Minggu, 21 Februari 2010

Tiga Orang Luka, Lima Rumah Tertimpa Longsor

19 Februari 2010 | 19:50 wib | Daerah

Semarang, CyberNews. Hujan deras selama lebih kurang tiga jam, Jumat (19/2) sore, mengakibatkan bencana di Kota Semarang.(A)

Longsor menimpa lima rumah di Jl Stonen Timur, Sampangan, Gajahmungkur dan Krapyak, Semarang Barat. Longsor menimpa rumah Umar (35), warga Jl Stonen Timur, RT 9 RW 9, dan Mardi (57), warga RT 9 RW 8, Sampangan, Semarang.

Tiga korban luka adalah Umar, istrinya, Dwi Fitri (29), dan anaknya, Radit (4). Kejadian itu bermula ketika Umar sedang membetulkan saluran air sebelah rumahnya yang tersumbat pada saat hujan deras. Air menggerus tebing di belakang rumah.

Saat membetulkan saluran, pondasi sebuah bangunan yang belum jadi, yang lokasinya bersebelahan dengan rumah Umar, roboh akibat tergerus air. "Pak Umar langsung tertimpa pondasi. Bangunan pondasi juga menimpa tembok kamar rumah Pak Umar," ujar Supriono (50), warga setempat.

Akibatnya, tembok kamar tersebut ambrol lalu menimpa Dwi Fitri dan Radit yang saat itu tertidur lelap. Umar mengalami luka serius, ia mengalami patah kaki dan luka sekujur tubuhnya. Sementara Dwi Fitri dan Radit juga mengalami luka hampir serupa.
Ketiga korban dibawa ke RS Elisabeth kemudian dirujuk ke RSUP Dr Kariadi. Sementara longsor di rumah Mardi tidak mengakibatkan korban luka. Penghuni sempat menyelamatkan diri sesaat sebelum tebing longsor dan menimpa rumah. Kondisi rumah bagian belakang dan dapur hancur akibat tertimbun tanah.(P)

Longsor juga menimpa tiga rumah di wilayah RT 2 dan RT 3, RW 2, Krapyak Semarang Barat. Rumah tersebut adalah milik Parjo, Sumini, dan Marsono. Tidak ada korban luka akibat kejadian tersebut.

Ketiga rumah tersebut mengalami kerusakan parah pada agian dapur dan bagian depan. Atap rumah rusak karena tertimbun tanah dan batu-batu dari tebing yang berada di atasnya.

"Beruntung rumah-rumah itu masih ditutupi pohon-pohon yang menahan longsor dari atas. Kalau tidak ada pohon-pohon itu mungkin saja kerusakannya lebih parah," kata Erwin Edi Sutopo, Ketua RW II, Kelurahan Krapyak.

Dia berharap Pemkot Semarang segera turun tangan mengatasi persoalan ini. Sebab jika tidak segera ditangani, warga khawatir longsor akan memakan korban luka atau bahkan korban jiwa. "Ini (penanganan- red) sangat mendesak. Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru Pemkot Semarang turun tangan."( Adi Prianggoro / CN13 )


PENDAPAT :

P : Kondisi rumah bagian belakang dan dapur hancur akibat tertimbun tanah. Musibah tanah longsor yang terjadi pada salah satu keluarga yang ada di Semarang, mengingatkan kembali akan kelalainnya manusia.

A : Hujan deras selama lebih kurang tiga jam, Jumat (19/2) sore, mengakibatkan bencana di Kota Semarang. Karena tidak adanya daerah peresapan air pada saat hujan turun, maka tanah pun akan menjadi terkikis. Sehingga terjadi tanah longsor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar