Minggu, 21 Februari 2010

Hutan Wanagama Ditata

Rabu, 10 Februari 2010 | 11:39 WIB
Harian KOMPAS

Yogyakarta, Kompas - Hutan Wanagama di wilayah Gunung Kidul merupakan contoh penghijauan yang berhasil. Penghijauan dengan konsep pembelukaran di Wanagama telah diadopsi dan menjadi rujukan penghijauan di daerah tandus lainnya. Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, sedang menata ulang kawasan Hutan Wanagama untuk wisata.(P)

Dekan Fakultas Kehutanan UGM M Naim mengatakan, Hutan Wanagama seluas 600 hektar berkontribusi besar untuk pendidikan dan penelitian. Selain fungsi akademis, Hutan Wanagama dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Daya tarik Hutan Wanagama adalah air terjun lebih dari lima mata air yang tidak kering sepanjang tahun, serta kerimbunan lebih dari 100 jenis pohon.(A)

Penataan ulang Hutan Wanagama antara lain memindahkan pintu masuk sehingga lebih mudah diakses masyarakat. Pintu masuk baru ini diharapkan bisa kembali menghidupkan satu-satunya Museum Kayu di Indonesia yang terletak di Hutan Wanagama dan selama ini cenderung telantar. "Penataan ulang sudah dimulai agar mendongkrak potensi wisata," kata Naim, Senin (8/2) sore.

Pada awal pembangunannya, Wanagama merupakan bukit gundul yang tandus dan kering. Kehidupan di lokasi ini dimulai ketika tim dari Fakultas Kehutanan UGM melakukan penghijauan dengan teori pembelukaran. Mereka menanam sebanyak mungkin jenis tanaman perintis untuk memperbaiki kondisi tanah, tata air, dan iklim mikro.

Tanaman perintis yang didominasi jenis legum mampu mengikat nitrogen di udara sehingga sanggup menyuburkan tanah. Kesuburan tanah juga didongkrak dari tumpukan biomassa humus dari pembusukan daun. Hasil dari teori pembelukaran ini baru bisa dinikmati setelah 10-15 tahun.

Teori pembelukaran cocok diterapkan untuk penghijauan di daerah aliran sungai yang kritis seperti di Sungai Opak maupun Bengawan Solo. "Hutan Wanagama menjadi spirit untuk kegiatan pembangunan kehutanan di wilayah lain. Dari Wanagama, kita membangun Indonesia," ujar Naim.

Keberhasilan penghijauan di Hutan Wanagama Gunung Kidul mendorong UGM mengembangkan penghijauan seluas 20.000 hektar di Hutan Wanagama II Jambi yang bertipe tropis basah. Hutan Wanagama III bertipe hutan monsoon juga dibangun di Ngawi. Di Gunung Kidul, Hutan Wanagama sudah menjadi rumah bagi lebih dari 40 jenis fauna, termasuk rusa liar. (WKM)

PENDAPAT:

P : menata ulang kawasan Hutan Wanagama untuk wisata itu merupakan pemikiran ya bagus karena hutan merupakan bagian dari bumi yang berfungsi sebagai paru-paru dunia yang harus kita jaga kelestariaanya


A : air tejun lebih dari lima mata air yang tidak kering sepanjang tahun, serta kerimbunan lebih dari 100 jenis pohon ini merupakan argument dari seorang Dekan Fakultas Kehutanan yang memperkenalkan keindahan tempat wisata yang berada di daerah Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar