Minggu, 21 Februari 2010

Pemerintah Maksimalkan Energi Panas Bumi Jatim

Senin, 15 Februari 2010 15:03

Kapanlagi.com - Pemerintah melalui Badan Penanaman Modal (BPM) Jawa Timur, mengoptimalkan kandungan energi panas bumi (geothermal) di provinsi tersebut, seiring besarnya potensi sumber daya alam terbarukan itu.

"Tahun ini, kami berupaya memanfaatkan kandungan energi panas bumi menjadi salah satu prioritas proyek BPM Jawa Timur," kata Kepala BPM Jatim, Tutut Tri Herawati saat dihubungi ANTARA di Surabaya, Senin (15/2).

Menurut wanita mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim itu, di provinsi ini ada sekitar 11 lokasi sebaran potensi panas bumi yang bisa dioptimalkan, dari tujuh wilayah pegunungan yang dimiliki Jatim.

"Semisal, di wilayah Pacitan, Ponorogo, Madiun, Mojokerto, Probolinggo, Sumenep, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo," paparnya.

Ia menilai, hingga kini upaya pemerintah untuk menggali potensi energi itu sangat rendah.(A)Selain Jatim, titik kandungan energi panas bumi juga menyebar luas secara nasional.

"Sementara, dari beberapa titik lokasi sebaran tersebut, dua titik di antaranya segera diterbitkan izin wilayah kerja pertambangan (WKP)-nya oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)," tuturnya.

Ia mencontohkan, wilayah itu berada di kawasan Arjuno-Welirang di Mojokerto yang diperkirakan mempunyai cadangan energi sekitar 92 Megawatt Electric (MwE).

"Kami yakin, pada tahun ini dapat memulai proses lelang untuk pengerjaannya," ucapnya.

Di sisi lain, kata dia, lelang menjadi kewajiban bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Apalagi, wilayah kerja pertambangan itu berada di dua kabupaten.

"Turunnya izin WKP untuk Arjuno-Welirang ini merupakan proyek kedua pasca turunnya izin WKP wilayah Ngebel-Wilis di daerah perbatasan Madiun dan Ponorogo," katanya mengungkapkan.

Di samping itu, proyek pengerjaan WKP Ngebel-Wilis sudah dilelang. Secara prosedur Jatim bisa melelangnya sendiri karena memiliki peraturan daerah tentang panas bumi.

"Kalau potensi kandungan energi di Ngebel-Wilis, mempunyai cadangan energi yang lebih banyak atau mencapai 120 MwE, dibandingkan kandungan energi di wilayah Arjuno-Welirang," tuturnya.

Ia optimistis, eksplorasi energi panas bumi tersebut solusi terbaik mengantisipasi keterbatasan energi.

"Bahkan, mendukung peningkatan pengembangan energi panas bumi di Indonesia yang masih rendah," ujarnya menegaskan.

Sesuai data Kementerian ESDM, lanjut dia, pengembangan energi panas bumi di Indonesia hanya mencapai 1.000 MwE. Pencapaian itu memprihatinkan mengingat, posisi Tanah Air sebagai negara pemilik cadangan panas bumi terbesar dunia.(P)

"Indonesia memiliki 40% cadangan panas bumi dunia atau setara dengan 27.510 megawatt (MW) listrik atau 219 miliar barel minyak bumi," katanya menjelaskan. (ant/meg)


PENDAPAT:


P : Tanah Air sebagai negara pemilik cadangan panas bumi terbesar dunia. Jika saja pemerintah bisa memanfaatkan sumber energi panas bumi maka rakyat Indonesia akan menjadi sejahtera


A : upaya pemerintah untuk menggali potensi energi itu sangat rendah. Seharusnya pemerintah memiliki tenaga profesional yang dapat memanfaatkan sumber energi yang kita punya, maka tidak ada lagi orang – orang Asing yang menganmbil sumber energi panas bumi di Negara kita ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar