Rabu, 02 Juni 2010
keputusan pembelian sepeda motor Yamaha Mio pada masyarakat di wilayah Pamulang
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Perilaku pembelian seseorang dapat dikatakan sesuatu yang unik,
karena preferensi dan sikap terhadap obyek setiap orang berbeda. Selain itu
konsumen berasal dari beberapa segmen, sehingga apa yang diinginkan dan
dibutuhkan juga berbeda. Masih terdapat banyak faktor yang berpengaruh
terhadap keputusan pembelian. Produsen perlu memahami perilaku konsumen
terhadap produk atau merek yang ada di pasar, selanjutnya perlu dilakukan
berbagai cara untuk membuat konsumen tertarik terhadap produk yang
dihasilkan.
Assael (1995) dalam Sodik (2004) mengembangkan model perilaku
konsumen dengan menetapkan tiga faktor yang berpengaruh terhadap perilaku
konsumen. Faktor pertama yang berpengaruh pada konsumen adalah stimuli.
Stimuli menunjukkan penerimaan informasi oleh konsumen dan pemprosesan
informasi terjadi saat konsumen mengevaluasi informasi dari periklanan,
teman atau dari pengalaman sendiri. Pengaruh kedua berasalHasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi proses
atau keputusan pembelian telah banyak dilakukan. Melalui riset ini akan
dianalisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap keputusan
pembelian sepeda motor Yamaha Mio . Ketertarikan pemilihan merek tersebut
karena produk sepeda motor Yamaha Mio semakin diminati tidak hanya
dikalangan wanita Indonesia tetapi juga seluruh kalangan anak muda. Gaya
hidup modern merupakan salah satu faktor individu yang dapat
mempengaruhi perilaku pembelian seseorang, Sepeda motor Yamaha Mio
adalah salah satu sepeda motor outometic atau disebut juga Skutermatik yang
dulunya di rancang khusus untuk wanita, tetapi sekarang diminati oleh semua
kalangan anak muda.
Sepeda motor model Skutermatik semakin melaju. Kontribusinya
hampir setara dengan penjualan sepeda motor model Bebek 125cc ke atas
yang merupakan produk andalan. Dapat dilihat tercatat volume penjualan
semester pertama tahun 2007 sebagai berikut:
Tabel 1.1
Volume penjualan semester pertama tahun 2007
Skutik
Posisi Model / Type Penjualan
1 Yamaha Mio 224.190
2 Honda Vario 149.196
3 Suzuki Spin 27.809
4 Yamaha Nouvo 8.388
5 Kymco Free 2.711
Sumber: Tabloid Otomotif (Edisi 16/XVII/2007, 20 Agustus 2007)
Prestasi yang baik diraih oleh Honda Vario yang mampu berada di
posisi 2 padahal ini termasuk skutermatik yang baru datang belakangan. Tentu
saja perusahaan Yamaha tidak tinggal diam. Dan untuk menjaga keamanan
posisi nomer satunya, Yamaha bulan Agustus 2007 merilis Yamaha Mio Soul
yang tampangnya lebih macho. Rupanya Yamaha sadar bahwa walau pun
Yamaha Mio dibuat untuk wanita, tetapi pemakai Mio justru lebih banyak
pria. Sedangkan Yamaha Nouvo cukup berada di posisi 4 mengungguli
Kymco si pelopor pertama sepeda motor outomatik.Tabloid Otomotif (Edisi
16/XVII/2007, 20 Agustus 2007)
Kehidupan masyarakat modern saat ini turut mempengaruhi pola
perilaku masyarakat dalam pembelian. Kehidupan modern seringkali di
identikkan dengan gaya hidup yang selalu mengikuti trend atau perkembangan
jaman. Dalam kondisi seperti ini, keputusan memilih merek turut berperan
dalam gaya hidup modern, sehingga keinginan untuk membeli produk yang
bermerek turut mewarnai pola konsumsi seseorang. Lannon (1996) dalam
Muafi (2003) menambahkan bahwa, “kehidupan masyarakat modern memiliki
implikasi pada peran merek, artinya konsumen tidak sekedar menginginkan
produk, tetapi juga merek”. Merek yang telah mapan biasanya dijadikan
simbol sebagai suatu produk yang sukses, sehingga ekuitas merek turut
berpengaruh terhadap kondisi emosional konsumen. Meskipun di pasar
banyak beredar produk-produk yang sejenis terutama produk pesaing,
semuanya itu akan tergantung dari ekuitas konsumen terhadap merek. Artinya
jika konsumen telah memahami benar tentang merek yang diyakininya, maka
kepribadian merek dibenak konsumen akan semakin kuat. Ekuitas merek
merupakan persepsi total konsumen terhadap merek yang dapat dibentuk
melalui informasi baik dari, pendapat teman atau pengalaman sendiri. Jika
konsumen memiliki persepsi yang baik terhadap merek akan mempengaruhi
terbentuknya pilihan produk yang akan dibeli, selanjutnya akan membentuk
sikap positif yang pada gilirannya akan mempengaruhi keputusan pembelian.
Hal ini sejalan dengan pendapat Sodik (2004) bahwa informasi yang diperoleh
dan diproses konsumen akan membentuk preferensi seseorang terhadap suatu
obyek. Preferensi akan membentuk sikap konsumen terhadap suatu obyek
yang pada gilirannya sikap ini seringkali secara langsung akan mempengaruhi
apakah konsumen akan membeli suatu produk atau tidak.
Persepsi konsumen terhadap kualitas produk akan membentuk
preferensi dan sikap yang pada gilirannya akan mempengaruhi keputusan
untuk membeli atau tidak. Hal ini sejalan dengan pendapat Aaker (1997)
dalam Sodik (2004) bahwa kesan kualitas memberikan nilai dalam beberapa
bentuk diantaranya adalah alasan untuk membeli.
Niat untuk melakukan pembelian dapat terbentuk dari sikap
konsumen terhadap bauran pemasaran diantaranya melalui promosi. Kegiatan
promosi sepeda motor Yamaha mio diantaranya dapat dilakukan melalui
periklanan, pemberian hadiah, potongan harga, dan personal selling.
Sejalan dengan hal diatas keputusan konsumen dalam pembelian
sepeda motor Yamaha mio dapat dipengaruhi oleh stimuli atau rangsangan
pemasaran seperti kualitas produk, promosi melalui iklan yang menarik,
diskon, hadiah. Selain itu desain turut mempengaruhi keputusan pembelian.
Umumnya konsumen menginginkan desain yang inovatif dari waktu ke
waktu.
Berdasarkan uraian diatas yang menjadi pokok permasalahan
adalah sejauh mana kualitas produk, promosi, dan desain berpengaruh
terhadap keputusan pembelian sepeda motor Yamaha Mio pada masyarakat di
wilayah Pamulang
B. PERUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang masalah, perumusan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1. Apakah kualitas produk berpegaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian produk sepeda motor Yamaha Mio pada masyarakat wilayah
Pamulang?
2. Apakah promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
produk sepeda motor Yamaha Mio pada masyarakat wilayah Pamulang?
3. Apakah desain berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
produk sepeda motor Yamaha Mio pada masyarakat wilayah Pamulang?
4. Apakah secara bersama-sama kualitas produk, promosi, dan desain
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda
motor Yamha mio pada masyarakat wilayah Pamulang?
5. Faktor manakah diantara kualitas produk, promosi, dan desain yang
mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk
sepeda motor Yamaha Mio pada masyarakat wilayah Pamulang?
C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produksi, promosi, dan desain
terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Yahama Mio pada
masyarakat wilayah Pamulang baik secara sendiri-sendiri maupun secara
bersama-sama.
2. Untuk mengetahui faktor yang mempunyai pengaruh dominan terhadap
keputusan pembelian produk sepeda motor Yamaha Mio pada masyarakat
wilayah Pamulang
D. MANFAAT PENELITIAN
1. Secara Teoritis
Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat mendukung pendapat
Assael mengenai pengembangan model perilaku konsumen bahwa
rangsangan perusahaan dalam penelitian ini berupa kualitas produk,
promosi, dan desain turut mempengaruhi keputusan konsumen dalam
pembelian. dari karakteristik
pribadi konsumen meliputi persepsi, sikap, manfaat serta karakteristik
konsumen (demografi, kepribadian, gaya hidup). Pengaruh yang ketiga respon
konsumen yaitu hasil akhir dari proses keputusan konsumen dan suatu
pertimbangan yang menyeluruh dari semua faktor diatas. 2. Secara Praktis
Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan konsumen dalam mengevaluasi
citra produk sepda motor Yamaha Mio melalui kualitas produk, promosi, dan
desain.
3. Secara Metodologi
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi atau
kajian bagi penelitian sejenis.
E. SISTEMATIKA PENELITIAN
Bab I : Pendahuluan
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang masalah,
pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian dan
manfaat penelitian.
Bab II : Landasan Teori
Dalam bab ini akan diuraikan landasan teori yang terdiri dari
pengertian pemasaran, konsep pemasaran, bauran pemasaran,
perilaku konsumen dan faktor – faktor yang mempengaruhi
perilaku konsumen.
Bab III : Metodologi Penelitian
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai kerangka pemikiran,
pengajuan hipotesis, sumber data, definisi variabel, teknik
pengumpulan data, teknik pengambilan sampel dan teknik
analisis data.
Bab IV : Hasil Penelitian dan Analisis Data
Pada bagian ini diuraikan gambaran umum masyarakat di
wilayah kota Pamulang, serta hasil analisis data statistik yang
terdiri dari uji validitas danuji reliabilitas instrumen, analisis
linier berganda dan uji statistik (uji t, uji f dan uji koefisien
determinasi).
Bab V : Kesimpulan dan Saran
Dalam bab ini dikemukakan kesimpulan dan saran.
REFERENSI
Albari, (2002), “Mengenal Perilaku Konsumen Mengenai Penelitian Motivasi”,
Jurnal Siasat Bisnis, UII, No. 7 Vol. 1, Yogyakarta.
Aryani, Lilis, (2005), Pengaruh Kualitas Produk, Promosi dan Pelayanan
Distributor Terhadap Keputusan Pembelian, Skripsi FE Universitas
Muhammadiyah Surakarta.
Kotler, Philip. (1997), Manajemen Pemasaran Analisis Perencanaan
Implementasi Dan Kontrol, Jilid 1, Jakarta, PT. Prehalindo.
Swastha, Basu & Handoko, Hani, (2000), Manajemen Pemasaran : Analisa
Perilaku Konsumen, Edisi pertama, BPFE Yogyakarta.
www.yamaha-motor.co.id
Minggu, 11 April 2010
PENALARAN INDUKTIF
Nama : Nur Fitriani
NPM : 10207813
Tugas : Bahasa Indonesia 2
Judul : Penalaran Induktif
PENALARAN INDUKTIF
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Proses berpikir refleksi ini diperkenalkan oleh John Dewey (Burhan Bungis: 2005; 19-20), yaitu dengan langkah-langkah atau tahap-tahap sebagai berikut :
· The Felt Need, yaitu adanya suatu kebutuhan. Seorang merasakan adanya suatu kebutuhan yang menggoda perasaannya sehingga dia berusaha mengungkapkan kebutuhan tersebut.
· The Problem, yaitu menetapkan masalah. Kebutuhan yang dirasakan pada tahap the felt need di atas, selanjutnya diteruskan dengan merumuskan, menempatkan dan membatasi permasalahan atau kebutuhan tersebut, yaitu apa sebenarnya yang sedang dialaminya, bagaimana bentuknya serta bagaimana pemecahannya.
· The Hypothesis, yaitu menyusun hipotesis. Pengalaman-pengalaman seseorang berguna untuk mencoba melakukan pemecahan masalah yang sedang dihadapi. Paling tidak percobaan untuk memecahkan masalah mulai dilakukan sesuai dengan pengalaman yang relevan. Namun pada tahap ini kemampuan seseorang hanya sampai pada jawaban sementara terhadap pemecahan masalah tersebut, karena itu ia hanya mampu berteori dan berhipotesis.
· Collection of Data as Avidance, yaitu merekam data untuk pembuktian. Tak cukup memecahkan masalah hanya dengan pengalaman atau dengan cara berteori menggunakan teori-teori, hukum-hukum yang ada. Permasalahan manusia dari waktu ke waktu telah berkembang dari sederhana menjadi sangat kompleks; kompleks gejala maupun penyebabnya. Karena itu pendekatan hipotesis dianggap tidak memadai, rasionalitas jawaban pada hipotesis mulai dipertanyakan. Masyarakat kemudian tidak puas dengan pengalaman-pengalaman orang lain, juga tidak puas dengan hukum-hukum dan teori-teori yang juga dibuat orang sebelumnya. Salah satu alternatif adalah membuktikan sendiri hipotesis yang dibuatnya itu. Ini berarti orang harus merekam data di lapangan dan mengujinya sendiri. Kemudian data-data itu dihubung-hubungkan satu dengan lainnya untuk menemukan kaitan satu sama lain, kegiatan ini disebut dengan analisis. Kegiatan analisis tersebut dilengkapi dengan kesimpulan yang mendukung atau menolak hipotesis, yaitu hipotesis yang dirumuskan tadi.
· Concluding Belief, yaitu membuat kesimpulan yang diyakini kebenarannya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada tahap sebelumnya, maka dibuatlah sebuah kesimpulan, dimana kesimpulan itu diyakini mengandung kebenaran.
· General Value of The Conclusion, yaitu memformulasikan kesimpulan secara umum. Konstruksi dan isi kesimpulan pengujian hipotesis di atas, tidak saja berwujud teori, konsep dan metode yang hanya berlaku pada kasus tertentu – maksudnya kasus yang telah diuji hipotesisnya – tetapi juga kesimpulan dapat berlaku umum terhadap kasus yang lain di tempat lain dengan kemiripan-kemiripan tertentu dengan kasus yang telah dibuktikan tersebut untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama-sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.
Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
· Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
· Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan-aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
Induktif : proses penyelesaian dari hal-hal khusus ke umum.
Generalisasi : proses perumuman.
Metode induksi yang sering digunakan ada dua:
1. Silogisme : metode induksi yang menarik kesimpulan berdasarkan premis umum dan premis khusus yang telah ada sebelumnya.
Contohnya : Semua manusia mempunyai tangan,
2. Generalisasi : metode induksi yang menghasilkan satu kesimpulan umum berdasarkan data yang ada.
Contohnya : X rajin belajar, X juara kelas. Y rajin belajar, juga juara kelas. Z juga rajin belajar dan juara kelas. Dari keterangan-keterangan di atas dapat ditarik suatu kesimpulan umum yaitu : semua anak yang rajin belajar juara kelas. Tapi apakah semua anak yang rajin belajar juara kelas? Oh, tidak, kawan.
Tentu kita telah memahami metode-metode penarikan kesimpulan. Selanjutnya kita akan mempersempit bahasan kita mengenai metode induksi generalisasi.
Nah, kita harus sangat hati-hati dalam menggeneralisasikan sesuatu. Tidak semua hal bisa digeneralisasikan. Menurutku, ada dua jenis generalisasi berdasarkan akibatnya terhadap nyawa kita sendiri (atau bisa dibilang : salah-salah generalisasi, bisa kehilangan nyawa) :
· Generalisasi positif : generalisasi yang menyimpulkan kepada yang baik. Pembuat kesimpulan (jika tidak dipanggil malaikat maut) tidak akan kehilangan nyawanya dalam waktu dekat. Contoh : W adalah alumni smansa tidak terlalu ganteng, bisa saja masuk ke dalam hampir semua alumni itu. Jelas kesimpulan itu tidak akan menimbulkan kericuhan. (mweheheheh…)
· Generalisasi negatif : atau bisa kubilang generalisasi ke yang negatif. Pembuat kesimpulan terancam kehilangan nyawa begitu pernyataan diungkapkan. Contoh : Di sebuah kosan cowok berjudul Putra Bejat diketahui bahwa : A adalah penjahat kelamin, B juga penjahat kelamin, C begitu juga, penjahat kelamin, D juga penjahat kelamin. Jika ada yang berkesimpulan tolol bahwa hampir semua penghuni kosan Putra Bejat itu adalah penjahat kelamin, dipastikan si pembuat kesimpulan segera masuk acara BUSER.
Bentuk – bentuk Penalaran Induktif :
A. Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
Generalisasi adalah perluasan suatu aplikasi yang meliputi suatu daerah object yang lebih besar dengan jenis yang berbeda atau jenis yang sama.
Generalisasi (generalization) : menjelaskan topik atau konsep utama yang diikuti oleh informasi atau sub-sub topik yang mendukung, mengklarifikasi, menerangkan, atau memperluas topik utama.
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contoh:
- Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
- Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Pernyataan "semua bintang sinetron berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:
- Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Prinsip Generalisasi
· Sebuah generik adalah sebuah entitas yang bisa dikhususkan (dijabarkan lebih jauh) terhadap invokasi.
· Prinsip analogi: Ketika ada kecocokan pola antara dua obyek berbeda, obyek-obyek ini bisa digantikan oleh sebuah obyek yang diberikan parameter untuk memungkinkan rekonstruksi obyek-obyek aslinya.
· Prinsip parameterisasi à sebuah parameter dari sebuah generik bisa terbentuk dari domain.
Macam-macam generalisasi
1. Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
2. Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
B. HIPOTESIS DAN TEORI
Hipotesis adalah semacam teori atau kesimpulan yang diterima sementara waktu untuk menerangkan fakta-fakta tertentu sebagai penuntun dalam meneliti fakta-fakta lain lebih lanjut. Sebaliknya, teori sebenarnya merupakan hipotesis yang secara relatif lebih kuat sifanya bila dibandingkan dengan hipotesis.
Pengertian Hipotesis :
Pernyataan mengenai hubungan antara dua variable atau lebih mengenai suatu fenomena;
Fungsi Hipotesis:
Sebagai pedoman dan memberikan arah penelitian;
Sumber hipotesis:
- Berasal dari teori: pemikiran deduktif
- Berasal dari pengalaman peneliti, dan fakta dari lapangan:
pemikiran induktif;
KRITERIA HIPOTESIS
· Dinyatakan dalam kalimat yg menyatakan hubungan dua variabel atau lebih;
· Dilandasi oleh argumentasi yang kuat berdasarkan teori;
· Mendorong untuk dilakukan pengujian (testable);
· Disusun dalam kalimat yang singkat dan jelas (concise);
· Konsisten dengan teori yang ada;
· Memiliki argumentasi yg jelas dan dapat dipertanggung jawabkan secara rasional.
Contoh:
TIPE DAN BENTUK HIPOTESIS
· Hipotesis substantif---- vs --- hipotesis statistic
· Hipotesis nol --- vs --- hipotesis alternative
· Hip. directional --- vs --- hi. un-directional
Hy substantif disebut juga sbg hy penelitian;
Hy statistik merup. hy dalam konteks perhitungan statistik
Contoh: Hy nol: “tidak ada perbedaan antara X dengan Y”
Hy alt: “ada perbedaan antara X dengan Y”
Hy directional: rata-rata prestasi belajar siswa yg diajar dengan metode baru lebih baik dari pada metode konvensional;
Hy un-directional: ada perbedaan rata-rata prestasi siswa yg diajar dg metode baru dengan yg diajar dg metode konvensional’
Teori adalah generalisasi atau seri generalisasi di mana kita mencoba menjelaskan suatu fenomena dengan cara yang sistematis
Teori adalah azas-azas yang umum dan abstrak yang diterima secara ilmiah dan sekurang-kurangnya dapat dipercaya untuk menerangkan fenomena-fenomena yang ada.
PERAN TEORI DALAM PENELITIAN
· Memberi kerangka pemikiran bagi penelitian;
· Membantu peneliti dalam menyusun hipotesis penelitian;
· Memberikan landasan yang kuat dalam menjelaskan dan memaknai data dan fakta;
· Mendudukkan permaslahan penelitian secara logis dan runtut;
· Membantu dalam membangun ide-ide yg diperoleh dari hasil penelitian;
· Memberikan acuan dan menunjukkan jalan dalam membangun kerangka pemikiran;
· Memberikan dasar-dasar konseptual dlm merumuskan difinisi operasional;
· Membantu mendudukkan scr tepat dan rasional dalam mensitesis dan mengintegrasikan gagasannya
PROSEDUR PENYUSUNAN TEORI
· Melakukan kajian pustaka;
· Melakukan sintesa atau modifikasi antara teori yg satu dengan yang lain;
· Menyusun sendiri kerangka pemikiran secara logis, runtut, dan rasional;
· Merumuskan hipotesis;
· Melakukan penelitian untuk menguji hipotesis
· Merumuskan teori baru.
C. Analogi
Analogi adalah cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
D. Hubungan Kausalitas
Hubungan kausalitas adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Macam-macam hubungan kausal :
1) Sebab-akibat
2) Akibat-sebab
3) Akibat-akibat
Semua metode eksposisi dapat dimanfaatkan dalam argumentasi. Tapi dalam menerapkan metode-metode itu terdapat perbedaan. Pada tulisan ekspositoris fakta-fakta diajukan secukupnya untuk mengadakan konkritisasi atas inti persoalan yang dikemukakan, sehingga para pembaca mengetahui bukan hanya persoalannya tetapi juga beberapa landasan yang menunjang inti persoalan. Sebaliknya pada argumentasi fakta-fakta digunakan sebagai evidensi, yaitu sebagai alat pembuktian kebenaran dari persoalan yang dikemukakan. Oleh sebab itu, cara penggunaannya, penyajiannya, jumlah perincian yang disajikan haruslah sedemikian rupa, sehingga para pembaca diyakinkan mengenai kebenaran permasalahannya.
F. Salah Nalar
Salah nalar adalah gagasan , pikiran kepercayaan , atau simpulan yang salah keliru , atau cacat..
Jenis-jenis salah nalar :
a) Deduksi yang salah
Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan.
b) Generalisasi terlalu luas
Jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
c) Pemilihan terbatas pada dua alternative
Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternative yang tidak tepat dengan pemilihan jawaban yang ada.
d) Penyebab salah nalar
Kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran.
e) Anologi yang salah
Dapat terjadi bila orang yang menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan salah satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain.
f) Argumentasi bidik orang
Sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya.
g) Meniru-niru yang sudah ada
Anggapan bahwa sesuatu itu dapat kita lakukan kalau orang lain melakukan hal itu.
Referensi
- http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100202231829AApWCd5
- http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071114153534AAwm89o
- http://id.wikipedia.org/wiki/
- mita.staff.gunadarma.ac.id > abstraksi dan generalisasi
- http://morishige.wordpress.com/2007/09/23/generalisasihati-hati-nyawa-melayang/
- http://oendixsas.blogspot.com/2008_08_01_archive.html
- pgmiunyb.files.wordpress.com/2007/12/teori-hipotesis.ppt
- http://www.scribd.com/doc/23757813/hipotesis
- http://ssantoso.blogspot.com/2008/08/penalaran-induktif-dan-deduktif-materi.html
Rabu, 03 Maret 2010
Mencari kesimpulan secara tidak langsung
- umum : semua nasabah mempunyai buku tabungan
- khusus : Iman adalah nasabah
- kesimpulan jadi, Iman mempunyai buku tabungan
b) Silogisme Hipotesis
Jika kartu ATM dibuat dari plastik platinum
Kartu ATM dari plastik
Jadi ATM dari platinum
c) Silogisme Alternatif
Irwan adalah seorang petugas pajak atau Asuransi
Irwan adalah seorang petugas Asuransi
Jadi Irwan bukan petugas pajak
d) Entimen
Semua accounting adalah pemegang uang
Risma seorang accounting
Jadi Risma adalah pemegang uang
Risma adalah pemegang uang karena Risma seorang accounting
e) Rantai Deduksi
Semua tempat penggadaian adalah untuk meminjam uang
saya pergi ketempat penggadaian
jadi, saya tidak menukar barang
sebab saya tidak pernah ketempat penggadaian
karena tempat penggadaian untuk meminjam uang
saya pernah ketempat penggadaian
ternyata tempat penggadaian untuk meminjam uang
jadi, saya tidak pernah menggadaikan barang ditempat penggadaian
Jumat, 26 Februari 2010
Menarik kesimpulan secara langsung
sebagian p adalah s
a) semua nasabah adalah investor
sebagian nasabah adalah investor
b) semua simpanan Giro adalah kegiatan penghimpunan dana
sebagian kegiatan penghimpun dana adalah simpanan Giro
2. tidak satupun s adalah p
tidak satupun p adalah s
a) tidak satupun teknologi adalah Teknik rekayasa
tidak satupun teknik rekayasa adalah teknologi
b) tidak satupun pure risk adalah peril
tidak satupun peril adah pure risk
3. semua s adalah p
tidak satupun s adalah tidak p
a) semua penganggur adalah kehilangan penghasilan
tidak satupun pengaggur adalah tidak kehilangan penghasilan
b) semua asuransi adalah beresiko
tidak satupun asuransi adalah tidak beresiko
4. tidak satupun s adalah p
Semua s adalah tak p
a) tidak satupun kredit adalah utang
semua kredit adalah tak utang
b) tidak satupun investor adalah penanam modal
semua investor adalah tak penanam modal
5. semua s adalah p
Tidak satupun s adalah tak p
a) semua tingkat bunga adalah melalui negosiasi
tidak satupun tingkat bunga adalah tak melalui negosiasi
tidak satupun tak melalui negosiasi adalah tingkat bunga
b) semua biaya pemesanan adalah biaya yang dikeluarkan
tidak satupun biaya pemesanan adalah biaya yang tidak dikeluarkan
tidak satupun biaya yang tidak dikeluarkan adalah biaya pemesanan
Minggu, 21 Februari 2010
Tiga Orang Luka, Lima Rumah Tertimpa Longsor
Semarang, CyberNews. Hujan deras selama lebih kurang tiga jam, Jumat (19/2) sore, mengakibatkan bencana di Kota Semarang.(A)
Longsor menimpa lima rumah di Jl Stonen Timur, Sampangan, Gajahmungkur dan Krapyak, Semarang Barat. Longsor menimpa rumah Umar (35), warga Jl Stonen Timur, RT 9 RW 9, dan Mardi (57), warga RT 9 RW 8, Sampangan, Semarang.
Tiga korban luka adalah Umar, istrinya, Dwi Fitri (29), dan anaknya, Radit (4). Kejadian itu bermula ketika Umar sedang membetulkan saluran air sebelah rumahnya yang tersumbat pada saat hujan deras. Air menggerus tebing di belakang rumah.
Saat membetulkan saluran, pondasi sebuah bangunan yang belum jadi, yang lokasinya bersebelahan dengan rumah Umar, roboh akibat tergerus air. "Pak Umar langsung tertimpa pondasi. Bangunan pondasi juga menimpa tembok kamar rumah Pak Umar," ujar Supriono (50), warga setempat.
Akibatnya, tembok kamar tersebut ambrol lalu menimpa Dwi Fitri dan Radit yang saat itu tertidur lelap. Umar mengalami luka serius, ia mengalami patah kaki dan luka sekujur tubuhnya. Sementara Dwi Fitri dan Radit juga mengalami luka hampir serupa.
Ketiga korban dibawa ke RS Elisabeth kemudian dirujuk ke RSUP Dr Kariadi. Sementara longsor di rumah Mardi tidak mengakibatkan korban luka. Penghuni sempat menyelamatkan diri sesaat sebelum tebing longsor dan menimpa rumah. Kondisi rumah bagian belakang dan dapur hancur akibat tertimbun tanah.(P)
Longsor juga menimpa tiga rumah di wilayah RT 2 dan RT 3, RW 2, Krapyak Semarang Barat. Rumah tersebut adalah milik Parjo, Sumini, dan Marsono. Tidak ada korban luka akibat kejadian tersebut.
Ketiga rumah tersebut mengalami kerusakan parah pada agian dapur dan bagian depan. Atap rumah rusak karena tertimbun tanah dan batu-batu dari tebing yang berada di atasnya.
"Beruntung rumah-rumah itu masih ditutupi pohon-pohon yang menahan longsor dari atas. Kalau tidak ada pohon-pohon itu mungkin saja kerusakannya lebih parah," kata Erwin Edi Sutopo, Ketua RW II, Kelurahan Krapyak.
Dia berharap Pemkot Semarang segera turun tangan mengatasi persoalan ini. Sebab jika tidak segera ditangani, warga khawatir longsor akan memakan korban luka atau bahkan korban jiwa. "Ini (penanganan- red) sangat mendesak. Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru Pemkot Semarang turun tangan."( Adi Prianggoro / CN13 )
PENDAPAT :
P : Kondisi rumah bagian belakang dan dapur hancur akibat tertimbun tanah. Musibah tanah longsor yang terjadi pada salah satu keluarga yang ada di Semarang, mengingatkan kembali akan kelalainnya manusia.
A : Hujan deras selama lebih kurang tiga jam, Jumat (19/2) sore, mengakibatkan bencana di Kota Semarang. Karena tidak adanya daerah peresapan air pada saat hujan turun, maka tanah pun akan menjadi terkikis. Sehingga terjadi tanah longsor.
Pemerintah Maksimalkan Energi Panas Bumi Jatim
Kapanlagi.com - Pemerintah melalui Badan Penanaman Modal (BPM) Jawa Timur, mengoptimalkan kandungan energi panas bumi (geothermal) di provinsi tersebut, seiring besarnya potensi sumber daya alam terbarukan itu.
"Tahun ini, kami berupaya memanfaatkan kandungan energi panas bumi menjadi salah satu prioritas proyek BPM Jawa Timur," kata Kepala BPM Jatim, Tutut Tri Herawati saat dihubungi ANTARA di Surabaya, Senin (15/2).
Menurut wanita mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim itu, di provinsi ini ada sekitar 11 lokasi sebaran potensi panas bumi yang bisa dioptimalkan, dari tujuh wilayah pegunungan yang dimiliki Jatim.
"Semisal, di wilayah Pacitan, Ponorogo, Madiun, Mojokerto, Probolinggo, Sumenep, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo," paparnya.
Ia menilai, hingga kini upaya pemerintah untuk menggali potensi energi itu sangat rendah.(A)Selain Jatim, titik kandungan energi panas bumi juga menyebar luas secara nasional.
"Sementara, dari beberapa titik lokasi sebaran tersebut, dua titik di antaranya segera diterbitkan izin wilayah kerja pertambangan (WKP)-nya oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)," tuturnya.
Ia mencontohkan, wilayah itu berada di kawasan Arjuno-Welirang di Mojokerto yang diperkirakan mempunyai cadangan energi sekitar 92 Megawatt Electric (MwE).
"Kami yakin, pada tahun ini dapat memulai proses lelang untuk pengerjaannya," ucapnya.
Di sisi lain, kata dia, lelang menjadi kewajiban bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Apalagi, wilayah kerja pertambangan itu berada di dua kabupaten.
"Turunnya izin WKP untuk Arjuno-Welirang ini merupakan proyek kedua pasca turunnya izin WKP wilayah Ngebel-Wilis di daerah perbatasan Madiun dan Ponorogo," katanya mengungkapkan.
Di samping itu, proyek pengerjaan WKP Ngebel-Wilis sudah dilelang. Secara prosedur Jatim bisa melelangnya sendiri karena memiliki peraturan daerah tentang panas bumi.
"Kalau potensi kandungan energi di Ngebel-Wilis, mempunyai cadangan energi yang lebih banyak atau mencapai 120 MwE, dibandingkan kandungan energi di wilayah Arjuno-Welirang," tuturnya.
Ia optimistis, eksplorasi energi panas bumi tersebut solusi terbaik mengantisipasi keterbatasan energi.
"Bahkan, mendukung peningkatan pengembangan energi panas bumi di Indonesia yang masih rendah," ujarnya menegaskan.
Sesuai data Kementerian ESDM, lanjut dia, pengembangan energi panas bumi di Indonesia hanya mencapai 1.000 MwE. Pencapaian itu memprihatinkan mengingat, posisi Tanah Air sebagai negara pemilik cadangan panas bumi terbesar dunia.(P)
"Indonesia memiliki 40% cadangan panas bumi dunia atau setara dengan 27.510 megawatt (MW) listrik atau 219 miliar barel minyak bumi," katanya menjelaskan. (ant/meg)
PENDAPAT:
P : Tanah Air sebagai negara pemilik cadangan panas bumi terbesar dunia. Jika saja pemerintah bisa memanfaatkan sumber energi panas bumi maka rakyat Indonesia akan menjadi sejahtera
A : upaya pemerintah untuk menggali potensi energi itu sangat rendah. Seharusnya pemerintah memiliki tenaga profesional yang dapat memanfaatkan sumber energi yang kita punya, maka tidak ada lagi orang – orang Asing yang menganmbil sumber energi panas bumi di Negara kita ini.
Edan, Kokain Diselundupkan Lewat Mawar Valentine
AMSTERDAM, KOMPAS.com — Pengedar kokain yang satu ini benar-benar edan. Begitu kreatifnya sehingga semua peluang pun digunakan untuk menyelundupkan narkoba ini.
Hari Valentine adalah peluang untuk menyelundupkan kokain lewat bunga, yang melambangkan kasih sayang. Tiga warga negara Belanda pun ditahan.
Satu pekan sebelum Hari Kasih Sayang, kokain yang disembunyikan di antara 20.000 kuntum bunga mawar yang dikirim dari Amerika Latin melalui bandara Amsterdam itu nyaris lolos. Demikian dilaporkan pihak berwenang Belanda, Rabu (10/2/2010).
Bunga mawar merupakan kado yang paling populer bagi mereka yang ingin menyampaikan kasih sayang pada hari Valentine(P) yang jatuh pada Minggu, 14 Febuari, itu.
"Bunga mawar impor ini tiba pada Minggu lalu melalui sebuah penerbangan dari Bogota, Kolombia, yang berhenti di Puerto Rico," kata kantor penuntut umum.
Obat terlarang itu ditemukan dalam sebuah bungkusan yang disembunyikan dalam sebuah kontak berisi bunga mawar.
Tiga orang ditahan dan polisi menemukan sekitar 9 kilogram kokain, termasuk yang disita di dalam pesawat. Nilai kokain yang diselundupkan lewat bunga mawar ini diperkirakan 1,3 juta euro atau sekitar Rp 16,9 miliar.
Belanda merupakan kawasan penghubung utama perdagangan bunga, tempat bagi balai lelang bunga terbesar, dan sumber dari 60 persen ekspor bunga dunia.(A)
PENDAPAT :
P : Bunga mawar merupakan kado yang paling populer bagi mereka yang ingin menyampaikan kasih sayang pada hari Valentine. Tidak seharusnya bunga mawar ini di jadikan tempat menaruh benda haram seperti cokain, bukan sebagai barang penyeludupan.
A : Belanda merupakan kawasan penghubung utama perdagangan bunga, tempat bagi balai lelang bunga terbesar, dan sumber dari 60 persen ekspor bunga dunia. Bagi orang Belanda momen hari kasih sayang merupakan keuntungan mereka dalam menjual bunga-bumganya.