Nama : Nur Fitriani
Kelas : 4 EA 03
NPM : 10207813
Tugas Riset Pemasaran (R eview Jurnal)
1. Tema / Topik : Bauran Pemasaran
2. Judul, Pengarang.& Tahun
a) judul : PERAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP PERILAKU
PEMBELIAN KONSUMEN
Nama : Hotniar Siringoringo
Tahun : 2004
b) judul : PENGARUH PELAKSANAAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP
PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA JAMU DI
BANDA ACEH
Nama : Rusydi Abubakar
Tahun : 2005
c) judul : “Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan
Pembelian Album Band Indie Kota Malang”
(Studi Pada Siswa AMP, Siswa SMA, Dan Mahasiswa Di Kota
Malang)
Nama : Faizal Abadi
Tahun : 2007
3. Latar belakang masalah
Era pasar bebas dunia tahun 2020,akan terjadi liberaliasi ekonomi yang berpengaruh terhadap stuktur pasar yang tidak mengenal lagi batas-batas antar negara. Persaingan tidak hanya pada skala kota dan wilayah akan tetapi persaingan kualitas dari pada kuantitas poduk dan pelayanan. Namun selain tantangan dan persaingan terdapat peluang bagi pelaku ekonomi untuk ikut memberikan kegiatan pemasaran yang makin luas. Dalm berbagai usaha bisnis yang berkmbng saat ini, baik yang meghsilkan barang maupun jaa, pern pemasaran sangatlah penting karena merupakan salah satu fakto kunci penentu kebrhasilan bisnis. Dengan katalin : pemasaran merupakan inti seluruh aktivitas bisnis.Ini berkitan dengan fungsi pemasaran,sebagai penghubung antara prusahaan dan konsumen (C.M.Lingga Purnama,2001 :1). Liberalisasi perdagangan merupakan tuntututan adanya globalisasi, yaitu suatu pelaksanaan regim kesepakatn system perdagangan dunia, hilangnya batas-batas negara yang bias menghambta kelancarn arus barang, jasa, modal dan finansial secara internaioanl.Ada dua sisi dari libralisasi perdgnagn, sisi pertama bahwa liberalisasi membrikan peluang (opportunities), melalui penurunan hambtan-hambatan tariff dannon tariff dn meningkatk akses produk-produk domstik ke pasar internaional. Sisi kedua, liberlisi perdagnagn juga menjadi ancaman (threat), karena perdagangan bebas. menuntut pnghapusan subsidi danproteksi sehingga dapat membanjirkannay produk-produk asing di pasar dalam negeri. Program pemasaran yang efektif meramu semua unsur-uns0,38ur marketing mix menjadi suatu program terpadu yang dirancang untuk mencapai sasaran perusahaan. Pengambilan keputusan tentang produk,harga, promosi,dan tempat penjualan hendaknya dapat menciptakan program pemasaran yang kohesif di pasar sasaran. Dengan demikian program pemasaran menggabungkan semua kemampuan pemasaran perusahaan tersebut akan menjadi sekumpulan kegiatan yang menentukan posisi perusahaan terhadap pesaing, dalam rangka bersaing merebut pasar sasaran. Permintaan obat tradisional (jamu) makin meningkat. Omset penjualan jamu meningkat 40 prsen setiap tahun. Pada tahun 2000 nilai penjualan jamu diperkirakan Rp. 800 milliar. Dengan peningkatan sekitar 38 % berarti nilai penjualan menmbus Rp. 1,2 triliun. Adapun hingga akhir tahun 2002, diperkirakan terjadi kenaikan setara, setidaknya menembus angka penjualan Rp. 1,8 triliun. Yang menggembirakan konsumsi terbesar jamu tersebut adalah pasar dalam negeri. Artinya masih banyak konsumen jamu loyal di negeri ini. Hal ini juga dikuatkan temuan survei MARS (Marketing Research Specialist) baru-baru ini., bahwa lebih dari 85,40 % konsumen jamu adalah konsumen loyal. Disebutkan hanya 12,36 % bisa dibujuk untuk pindah. ke merek lain, dan hanya 2,24 % yang berencana atau siap-siap pindah ke merek lain. Persaingan bisnis industri jamu yang semakin ketat, memaksa setiap perusahaan selalu berebut perhatian konsumen melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan, dengan memperhatikan kecenderungan perubahan sosial, menganalisis kiat-kiat pesaing dan mengamati perubahan teknologi,ekonomi,politik dan sosial. Jika ada pelanggan yang menghentikan pembeliannya atau pindah ke produk lain, perlu disikapi sebagai suatu perubahan perilaku konsumen. Perubahan perilaku konsumen semacam ini harus dilihat sebagai kenyataan yang buruk. Berdasarkan uraikan diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul yang berkaitan dengan “ Pengaruh Pelaksanaan Bauran Pemasaran terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen pada Jamu di Banda Aceh”
Adapun perumusan masalah sebagai berikut:
Sejauh mana pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran oleh industri jamu terhadap proses pengambilan keputusan pembelian konsumen produk jamu di Banda Aceh. Dan bauran pemasaran yang mana pengaruhnya paling besar terhadap pengambilan keputusan pembelian konsumen pada industri jamu.
Metedologi
Penelitian ini menganalisa pengaruh bauran pemasaran industri jamu terhadap proses keputusan pembeli konsumen. Objek penelitian untuk variable bebas/independent variable adalah bauran pemasaran dengan sub variable yaitu : produk,harga.promosi dan tempat.
Objek penelitian lainnya sebagai variabel terikat/Dependent Variabel adalah keputusan pembelian konsumen. Yang dijadikan respon adalah pengguna produk jamu. Untuk menganalisa objek penelitian ini dipergunakan pendekatan deskriptif dan variatif, melalui analisis jalur (Path Analysis).
Manajemen penelitian ini merupakan pendekatan Ilmu Ekonomi Terutama dari ilmu uang memfokuskan pada bidang Manajemen Pemasaran secara khusus pada aspek bauran pemasaran dan pengaruhnya terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada industri jamu di Banda Aceh.
Variabel-varibel dalam penelitian pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran terhadap proses keputusan-keputusan pembelian konsumen pada indutri jamu Di Banda Aceh terdiri dari :
1. Variabel bebas/independent variabel (Variabel X) adalah bauran pemasaran. Sub
variable : produk (X1),harga (X2), promosi(X3) dan tempat (X4).
2. Produk terikat/Dependent variabel (variabel Y) adalah proses keputusan
pembelian konsumen.
Unit observasi pada penelitian ini adalah industri jamu Kota Banda Aceh untuk mendapatkan data sekunder,konsumen produk jamu yang ada di Banda Aceh untuk mendapatkan data primer sebagai unit analisis dalam penelitian ini.
1. Dalam penelitian ini ukuran sample untuk konsumen (responden) ditentukan
berdasarkan bentuk pengujian statistik yang akan digunakan untuk menguji
hipotesis. Hipotesis akan diuji dengan menggunakan Analisis Jalur (Path
Analysis). Dengan demikian ukuran sample minimal untuk analisis jalur ini,
dapat ditentukan melalui rumus ukuran sample minimal untuk ukuran korelasi
koefisien yang dilakukan secara iteratif (perhitungan berulang-ulang)
2.Apabila ukuran sample minimal pada iterasi pertama dan iterasi kedua harganya
sampai dengan bilangan yang satuannya sama, maka iterasi berhenti. Apabila
belum sama, lakukan iterasi ketiga dengan menggunakan rumus 4b, demikian
seterusnya sampai ukuran sample yang akan ditentukan sudah sama baru berhenti.
3. Berdasarkan keterangan di atas dalam penelitian ini diambil :
Hasil dan kesimpulan
Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan analisa jalur (path analysis). Pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran (X) terdiri dari produk (X1),harga (X2), promosi (X3), dan tempat (X4) di mana semua variabel tersebut adalah variabel bebas (independent). Sedangkan variabel terikat (dependent) dalam penelitian ini pengambilan keputusan pembelian konsumen (Y), disamping itu terdapat variabel residual yang diberi lambang (ε). Nilai koefisien jalur dari persamaan struktural tersebut, perlu dilakukan pengujian signifikannya, untuk mengetahui kebermaknaan variabel bebas Xi mempengaruhi variabel tidak bebas (Y), melalui dua langkah pengujian koefisien jalur, yaitu langkah pertama pengujian hipotesis secara simultan, sedangkan langkah kedua dilakukan pengujian hipotesi secara parsial. Pengujian secara simultan berfungsi menilai kebermaknaan seluruh koefisien jalur variabel bebas terhadap koefisien jalur variabel tidak bebas, dan pengujian secara parsial, menilai kebermaknaan masing-masing koefisien jalur dari variable bebas terhadap koefisien jalur dari variabel tidak bebas. Secara statistik, dalam pengujian hipotesis secara simultan digunakan uji F (Bahren-Fisher), sedangkan secara parsial dilakukan uji t-student. Hasil analisis pengujian secara simultan menunjukkan bahwa variable bebas mempengaruhi variable tidak bebas, artinya bahwa variable produk jamu (X1), harga jamu (X2), promosi jamu (X3),dan tempat penjualan jamu (X4) berpengaruh terhadap proses keputusan pembelian konsumen. Secara matematis, hasil pengujian tersebut dirumuskan dalam persamaan :
Y=0,452748 X1 + 0,332349 X2 + 0,529537 X3 + 0,50156 X4
Hubungan matematis ini menunjukkan nilai Fhit sebesar 158,8573796, sedangkan nilai F0,05 adalah sebesar 2,407, sehingga Fhit > F0,05, berarti Ho ditolak (signifikan). Besarnya pengaruh variable bebas terhadap variable tidak bebas dapat dilihat melalui nilai koefisien determinasi (R2). Nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh adalah sebesar 0,7428, yang berarti bahwa variasi keputusan pembelian konsumen pada industri jamu dipengaruhi oleh produk jamu (X1), harga(X2), promosi jamu (X3) dan tempat penjualan jamu (X4) sebesar 74,28 persen. Sedangkan sisanya sebesar 25,72 persen ditentukan oleh variable lainnya. Dengan kata lain, sebenarnya keputusan pembelian konsumen pada industri jamu tidak hanya ditentukan oleh variabel-variabel tersebut,tetapi ditentukan juga oleh faktor-faktor lainnya. Secara statistik,hasil analisis dan pengujian hipotesis secara simultan menunjukkan hasil yang signifikan, untuk itu perlu dilakukan pengujian hipotesis secara parsial melalui uji t-student. Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variable bebas (Xi) terhadap variable tidak bebas (Y) disajikan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diatas, maka dapat ditarik beberapa kesimpualan sebagai berikut :
1. Dari pengujian statistik ternyata pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran
produk industri jamu di Banda Aceh secara simultan berpengaruh positif
(58,11%) hal ini dicerminkan dari tanggapan/pertimbangan konsumen atas
masing-masing indikator bauran pemasaran yang meliputi produk, harga,
promosi dan distribusi atau tempat industri jamu di Banda Aceh. Dan jika
dianalisis secara parsial produk berpengaruh positif,harga berpengaruh
positif,promosi berpengaruh positif dan distribusi atau tempat berpengaruh
negatif terhadap keputusan pembelian konsumen. Dan juga yang tidak bisa
diabaikan oleh industri jamu di Banda Aceh yaitu faktor lain yang mempengaruhi
keputusan pembelian konsumen yaitu sebesar (41,89%)
2. Pengaruh bauran pemasaran terhadap proses keputusan pembelian konsumen
yang paling dominan dari unsur bauran yang terdiri dari :
A. Bauran produk yang dilaksanakan oleh industri jamu mempunyai pengaruh
secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada industri jamu di
Banda Aceh (19,98%)
B. Bauran harga yang dilaksanakan oleh industri jamu mempunyai pengaruh
secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada industri jamu di
Banda Aceh (8,53%).
C.Bauran promosi yang dilaksanakan oleh industri jamu mempunyai pengaruh
secara signifikan terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada industri
jamu di Banda Aceh (28,60%)
D. Ditribusi atau tempat yang dilaksanakan oleh industri jamu tidak mempunyai
pengaruh non signifikan terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada
industri jamu di Banda Aceh (1,00%)
Saran untuk lanjutan
Berdasarkan review jurnal diatas dalam pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran, sebagai produsen harus mengetahui karakteristik dari pasar tersebut, serta memberikan suatu keuntungan bagi konsumen dalam memasarkan produk mereka dengan cara melakukan sebuah promosi.
Minggu, 03 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar