NAMA : NUR FITRIANI
NPM : 10207813
KELAS : 4 EA 03
MATA KULIAH : Riset Pemasaran
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG PALING MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN WARNET DI DAERAH PAMULANG
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi internet kini berkembang pesat. Menurut data IDC (Internet Indo Data Centra Indonesia ), ada sekitar 196 juta pengguna Internet di seluruh dunia sampai akhir tahun 1999, dan menjadi 502 juta pengguna pada tahun 2003. Saat ini pengguna internet di Indonesia sebanyak 20 juta orang diperkirakan akan bertambah sebanyak 5 juta orang di tahun 2007. Salah satu fenomena yang terjadi dengan pesatnya pertambahan pengguna internet di Indonesia adalah warung internet dan online game. Dari pengguna internet sebanyak 20 juta orang, 40% diantaranya mengakses internet dari warnet. Pada saat ini Awari (Asosiasi Warung Internet Indonesia) memperkirakan jumlah warnet yang tersebar di Indonesia telah mencapai lebih dari 10 ribu. Omset bisnis warung internet di Indonesia mencapai 180 miliar per bulan dengan margin keuntungan hanya 5%, dengan demikian para pengusaha warnet perlu mengetahui apakah konsumen telah puas terhadap produk yang telah ditawarkan atau dipasarkan. Tingkat persaingan yang sangat tinggi, juga dialami oleh warnet yang terletak di sekitar pertigaan Reni Jaya Pamulang Sehubungan dengan hal ini, maka untuk memenangkan persaingan perusahaan perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan konsumen warnet puas.
Rumusan dan Batasan Masalah
Masalah yang akan dibahas oleh penulis disini adalah faktor-faktor apa saja yang menyebabkan konsumen warnet puas dan seberapa besarkah pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kepuasan konsumen warnet khususnya yang ada disekitar pertigaan Reni Jaya Pamulang.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor –faktor apa saja yang menyebabkan konsumen warnet puas dan seberapa besarkah pengaruh factor-faktor tersebut terhadap kepuasan konsumen di sekitar pertigaan Reni Jaya Pamulang .
Manfaat Penelitian
Penulisan ilmiah ini bermanfaat untuk :
1.Bagi Penulis
Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang ekonmi
2.Bagi Kampus
Untuk menambah wawasan tentang kepuasan konsumen dan untuk menambah
bahan informasi tentang menajemen pada rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi
Metode pengumpulan data
a) Riset kepustaka
b) Riset Lapangan
Data/ variable yang digunakan
Desain penelitian yang digunakan adalah gabungan antara riset eksploratori dan riset deskriptif. Penelitian ini diawali dengan penelitian eksploratori yang kemudian diteruskan dengan riset deskriptif.
Alat analisis yang digunakan
Alat analisis yang digunakan yaitu dengan Uji Validitas dan Reliabilitas, analisis korelasi, serta analisis regresi linier berganda.
BAB II
LANDASAN TEORI
Kerangka Teori
Perilaku Konsumen
Menurut John C. Mowen (1995:5), perilaku konsumen adalah sebagai berikut: “Consumer Behavior is defined as the study of the buying units and the exchange processes involved in acquiring, consuming and disposing of goods, services, experiences and ideas.” Studi tentang perilaku konsumen adalah studi mengenai bagaimana para individu membuat keputusan untuk menggunakan dana yang dimiliki untuk kebutuhan-kebutuhan yang berhubungan dengan konsumsi menyangkut bagaimana, dimana, mengapa, berapa banyak, serta berapa sering membeli.
Kepuasan Konsumen
Menurut John C. Mowen (2000:512), Kepuasan Konsumen adalah “Consumer Satisfaction is defined as the overall attitude regarding a good or service after its acquisition and use.” Definisi dari kepuasan konsumen disini adalah keseluruhan sikap yang timbul setelah membeli atau menggunakan sebuah produk atau jasa.
Atribut-Atribut Pembentuk Kepuasan Konsumen
Menurut Hawkins dan Lonney (jurnal Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetiaan terhadap merk pada konsumen pasta gigi Pepsodent di Surabaya, 2003:102), atribut-atribut pembentuk customer satisfaction dikenal dengan “The Big Eight” yang terdiri dari:
a. Value to Price Relationship
Artinya bahwa hubungan antara harga dan nilai produk ditentukan oleh perbedaan antara nilai yang diterima pelanggan terhadap suatu produk yang dihasilkan oleh badan usaha.
RISET SEBELUMNYA
b. Product Quality
Artinya merupakan mutu dari semua komponen-komponen yang membentuk produk sehingga produk tersebut mempunyai nilai tambah.
c. Product Features
Artinya merupakan komponen-komponen fisik dari suatu produk yang menghasilkan.
d. Reliability
Artinya merupakan gabungan dari kemampuan suatu produk dari badan usaha yang dapat diandalkan, sehingga suatu produk yang dihasilkan dapat sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh badan usaha.
e. Warranty
Artinya penawaran untuk pengembalian harga pembelian atau mengadakan perbaikan terhadap produk yang rusak dalam suatu kondisi dimana suatu produk mengalami kerusakan setelah pembelian.
f. Response to and Remedy of Problems
Artinya merupakan sikap dari karyawan di dalam memberikan tanggapan terhadap keluhan atau membantu pelanggan didalam mengatasi masalah yang terjadi.
g. Sales experience
Artinya merupakan hubungan semua antar pribadi antara karyawan dengan pelanggan khususnya dalam hal komunikasi yang berhubungan dengan pembelian.
h. Convenience of Acquisition
Artinya merupakan kemudahan yang diberikan oleh badan usaha kepada pelanggan terhadap produk yang dihasilkannya.
Pengertian Jasa
Menurut Kotler (2000:486) jasa adalah “setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun.” Jasa merupakan pelayanan langsung dari produsen pemberi jasa kepada para konsumennya. Karena bersifat langsung, maka karakteristik atau ciri-ciri dari pelayanan jasa berbeda dengan produksi dan pemasaran barang.Pemasaran jasa bersifat sensitif dalam menghayati kebutuhan konsumennya. Para tenaga pemasar harus selalu dekat dan terus menerus memperhatikan para konsumennya.
BABIII
METODE PENELITIAN
Obyek Penelitian
Dalam penelitian ini obyek yang diteliti adalah pelanggan atau pengunjung warung internet di sekitar pertigaan Reni Jaya Pamulang. Warung internet yang disurvey berjumlah 10 (sepuluh) warnet yaitu Kyoto, Q net, Jaya net, Pamulang net, D-base, Telkom, Meganet, Logos, Gravity, dan Heroes. Penelitian dilakukan dengan melakukan penyebaran kuesioner selama dua hari berturut-turut di warung internet tersebut
Data / Variabel yang digunakan
Data penelitian yang digunakan adalah gabungan antara riset eksploratori dan riset deskriptif. Penelitian ini diawali dengan penelitian eksploratori yang kemudian diteruskan dengan riset deskriptif. Menurut Malhotra (2004:78) descriptive research adalah : “A type of conclusive research that has as its major objective the description of something – usually market characteristics or functions. Thus, a descriptive design requires a clear specification of the who, what, when, where, why and way (the six Ws) of the research”. Berdasarkan teori tersebut maka pertanyaan dalam kuesioner penelitian diarahkan untuk menjawab keenam W tersebut.
Pembatasan Ruang Lingkup Penelitian Dan Pemilihan Atribut Yang Akan Diteliti
Berdasarkan data dari Asosiasi Pengusaha Warnet Komunitas Telematika (APWKOMITEL) (http://www.apwkomitel.org/warnetjakarta.htm), di Jakarta sendiri tercatat 133 warnet dan jumlah ini diyakini hanya separuh dari total keseluruhan warnet yang ada dan jumlahnya terus berkembang. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka penulis memutuskan untuk membatasi ruang lingkup penelitian menjadi sekitar pertigaan Reni Jaya Pamulang. Dasar pertimbangan lain adalah karena penulis melihat banyaknya warnet yang terus bermunculan di sekitar pertigaan Reni Jaya Pamulang.
Pemilihan Atribut Yang Akan Diteliti
Di dalam survey tersebut terdapat atribut seperti frekuensi kunjungan, fasilitas, kecepatan akses, suasana, pelayanan, dan harga yang dibayarkan. Pertimbangan lain yang dilakukan penulis adalah karena penulis juga merupakan salah satu pelanggan warnet yang menggunakan fasilitas dari warnet secara berkala. Berdasarkan survey yang sudah ada dan pengalaman penulis sebagai pelanggan warnet, maka penulis memutuskan untuk memilih atribut yang diteliti berdasarkan survey yang sudah ada ditambah dengan atribut lokasi yang dianggap penulis dapat mempengaruhi kepuasan konsumen warnet. Atribut lokasi ini dianggap penting oleh penulis karena lokasi warnet yang dekat dan mudah didatangi bisa menjadi salah satu faktor penyebab kepuasan konsumen. Frekuensi kunjungan akan menjadi ukuran untuk tingkat kepuasan konsumen. Selanjutnya enam atribut yang akan diteliti yaitu, lokasi, fasilitas, kecepatan akses, suasana, pelayanan dan harga yang dibayarkan akan diteliti dengan menggunakan daftar pertanyaan berupa kuosioner.
Metode Pengambilan Sampel
Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dimana pemilihan anggota populasi untuk masuk dalam sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan subyektif peneliti. Pertimbangan dibuat berdasarkan faktor biaya, waktu, lokasi, informasi yang dibutuhkan, dan sebagainya. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan dalam metode non probability sampling adalah judgement sampling.
.
Sampel Penelitian
Responden yang dijadikan sebagai sampel penelitian adalah para pengunjung warung internet di sekitar pertigaan Reni Jaya Pamulang sebanyak 60 orang.
Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas
Menurut Supramono dan Haryanto (2005:780) validitas menjawab pertanyaan apakah instrumen penelitian yang telah disusun benar – benar telah akurat, sehingga mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Nilai validitas diwakili oleh r (Corrected Item – Total Correlation) yang merupakan hasil dari perhitungan SPSS yaitu: Jika r ≥ r tabel, maka item variable valid Jika r ≤ r tabel, maka item variable itu tidak valid
Uji Reliabilitas
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang dapat menghasilkan hasil pengukuran yang relatif sama apabila instrumen itu dipakai untuk mengukur obyek yang sama pada dua atau lebih waktu yang berbeda. Teknik yang digunakan adalah koefisien Alpha Cronbach dimana besaran koefisien alpha yang diperoleh sama dengan besaran koefisien korelasi yaitu bergerak dari -1 sampai dengan +1 dan ditafsirkan secara sama dengan penafsiran atas koefisien korelasi (Aritonang, 1998:139) . Besaran koefisien Alpha (α) dihitung dengan mengunakan rumus sebagai berikut:
α = b(V1 – Σ Vi )
( b – 1 )Vt
Keterangan:
B = Banyaknya butir instrumen
Vt = variasi skor total
Vi = variasi butir i
Perhitungan untuk menentukan besaran korelasi Alpha maka penulis akan mencoba menghitung dengan menggunakan SPSS. Nilai reliabilitas diwakili oleh r(α ) ≥ 0,7 maka item tersebut reliable. Apabila (α ) ≤ 0,7 maka item variable tersebut tidak reliable.
Analisis Korelasi
Analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara faktor khususnya antara Y dengan x1, Y dengan x2, Y dengan x3, Y dengan x4, Y dengan x5, Y dengan x6. Hasil dari analisis korelasi ini akan menunjukkan hubungan antara masing-masing faktor (x) dengan kepuasan konsumen (Y). Dan hasil analisis korelasi ini akan dibuktikan lebih jauh dalam analisis regresi linear berganda.
Analisis Regresi linear berganda
Metode ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel jika terdapat lebih dari 2 variabel dengan persamaan:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6
Dimana :
Y = Kepuasan konsumen
X1 = Lokasi
X2 = Harga
X3 = Fasilitas
X4 = Kecepatan akses
X5 = Suasana
X6 = Pelayanan
Pengukuran varibael paling penting bagi kepuasan konsumen dilakukan dengan mempelajari bentuk-bentuk regresi secara step wise analysis.
Pengujian Koefisien
Pengujian koefisien dengan tabel t, dengan rumus sebagai berikut :
r n-2
to = , mengikuti fungsi t dengan derajat kebebasan v = n
√ (1 – r2)
Kriteria Penilaian:
Jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak.
Jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima.
riset sbelumnya:
http://www.ubm.ac.id/manajemen
Minggu, 10 Oktober 2010
Minggu, 03 Oktober 2010
REVIEW JURNAL
Nama : Nur Fitriani
Kelas : 4 EA 03
NPM : 10207813
Tugas Riset Pemasaran (R eview Jurnal)
1. Tema / Topik : Bauran Pemasaran
2. Judul, Pengarang.& Tahun
a) judul : PERAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP PERILAKU
PEMBELIAN KONSUMEN
Nama : Hotniar Siringoringo
Tahun : 2004
b) judul : PENGARUH PELAKSANAAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP
PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA JAMU DI
BANDA ACEH
Nama : Rusydi Abubakar
Tahun : 2005
c) judul : “Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan
Pembelian Album Band Indie Kota Malang”
(Studi Pada Siswa AMP, Siswa SMA, Dan Mahasiswa Di Kota
Malang)
Nama : Faizal Abadi
Tahun : 2007
3. Latar belakang masalah
Era pasar bebas dunia tahun 2020,akan terjadi liberaliasi ekonomi yang berpengaruh terhadap stuktur pasar yang tidak mengenal lagi batas-batas antar negara. Persaingan tidak hanya pada skala kota dan wilayah akan tetapi persaingan kualitas dari pada kuantitas poduk dan pelayanan. Namun selain tantangan dan persaingan terdapat peluang bagi pelaku ekonomi untuk ikut memberikan kegiatan pemasaran yang makin luas. Dalm berbagai usaha bisnis yang berkmbng saat ini, baik yang meghsilkan barang maupun jaa, pern pemasaran sangatlah penting karena merupakan salah satu fakto kunci penentu kebrhasilan bisnis. Dengan katalin : pemasaran merupakan inti seluruh aktivitas bisnis.Ini berkitan dengan fungsi pemasaran,sebagai penghubung antara prusahaan dan konsumen (C.M.Lingga Purnama,2001 :1). Liberalisasi perdagangan merupakan tuntututan adanya globalisasi, yaitu suatu pelaksanaan regim kesepakatn system perdagangan dunia, hilangnya batas-batas negara yang bias menghambta kelancarn arus barang, jasa, modal dan finansial secara internaioanl.Ada dua sisi dari libralisasi perdgnagn, sisi pertama bahwa liberalisasi membrikan peluang (opportunities), melalui penurunan hambtan-hambatan tariff dannon tariff dn meningkatk akses produk-produk domstik ke pasar internaional. Sisi kedua, liberlisi perdagnagn juga menjadi ancaman (threat), karena perdagangan bebas. menuntut pnghapusan subsidi danproteksi sehingga dapat membanjirkannay produk-produk asing di pasar dalam negeri. Program pemasaran yang efektif meramu semua unsur-uns0,38ur marketing mix menjadi suatu program terpadu yang dirancang untuk mencapai sasaran perusahaan. Pengambilan keputusan tentang produk,harga, promosi,dan tempat penjualan hendaknya dapat menciptakan program pemasaran yang kohesif di pasar sasaran. Dengan demikian program pemasaran menggabungkan semua kemampuan pemasaran perusahaan tersebut akan menjadi sekumpulan kegiatan yang menentukan posisi perusahaan terhadap pesaing, dalam rangka bersaing merebut pasar sasaran. Permintaan obat tradisional (jamu) makin meningkat. Omset penjualan jamu meningkat 40 prsen setiap tahun. Pada tahun 2000 nilai penjualan jamu diperkirakan Rp. 800 milliar. Dengan peningkatan sekitar 38 % berarti nilai penjualan menmbus Rp. 1,2 triliun. Adapun hingga akhir tahun 2002, diperkirakan terjadi kenaikan setara, setidaknya menembus angka penjualan Rp. 1,8 triliun. Yang menggembirakan konsumsi terbesar jamu tersebut adalah pasar dalam negeri. Artinya masih banyak konsumen jamu loyal di negeri ini. Hal ini juga dikuatkan temuan survei MARS (Marketing Research Specialist) baru-baru ini., bahwa lebih dari 85,40 % konsumen jamu adalah konsumen loyal. Disebutkan hanya 12,36 % bisa dibujuk untuk pindah. ke merek lain, dan hanya 2,24 % yang berencana atau siap-siap pindah ke merek lain. Persaingan bisnis industri jamu yang semakin ketat, memaksa setiap perusahaan selalu berebut perhatian konsumen melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan, dengan memperhatikan kecenderungan perubahan sosial, menganalisis kiat-kiat pesaing dan mengamati perubahan teknologi,ekonomi,politik dan sosial. Jika ada pelanggan yang menghentikan pembeliannya atau pindah ke produk lain, perlu disikapi sebagai suatu perubahan perilaku konsumen. Perubahan perilaku konsumen semacam ini harus dilihat sebagai kenyataan yang buruk. Berdasarkan uraikan diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul yang berkaitan dengan “ Pengaruh Pelaksanaan Bauran Pemasaran terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen pada Jamu di Banda Aceh”
Adapun perumusan masalah sebagai berikut:
Sejauh mana pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran oleh industri jamu terhadap proses pengambilan keputusan pembelian konsumen produk jamu di Banda Aceh. Dan bauran pemasaran yang mana pengaruhnya paling besar terhadap pengambilan keputusan pembelian konsumen pada industri jamu.
Metedologi
Penelitian ini menganalisa pengaruh bauran pemasaran industri jamu terhadap proses keputusan pembeli konsumen. Objek penelitian untuk variable bebas/independent variable adalah bauran pemasaran dengan sub variable yaitu : produk,harga.promosi dan tempat.
Objek penelitian lainnya sebagai variabel terikat/Dependent Variabel adalah keputusan pembelian konsumen. Yang dijadikan respon adalah pengguna produk jamu. Untuk menganalisa objek penelitian ini dipergunakan pendekatan deskriptif dan variatif, melalui analisis jalur (Path Analysis).
Manajemen penelitian ini merupakan pendekatan Ilmu Ekonomi Terutama dari ilmu uang memfokuskan pada bidang Manajemen Pemasaran secara khusus pada aspek bauran pemasaran dan pengaruhnya terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada industri jamu di Banda Aceh.
Variabel-varibel dalam penelitian pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran terhadap proses keputusan-keputusan pembelian konsumen pada indutri jamu Di Banda Aceh terdiri dari :
1. Variabel bebas/independent variabel (Variabel X) adalah bauran pemasaran. Sub
variable : produk (X1),harga (X2), promosi(X3) dan tempat (X4).
2. Produk terikat/Dependent variabel (variabel Y) adalah proses keputusan
pembelian konsumen.
Unit observasi pada penelitian ini adalah industri jamu Kota Banda Aceh untuk mendapatkan data sekunder,konsumen produk jamu yang ada di Banda Aceh untuk mendapatkan data primer sebagai unit analisis dalam penelitian ini.
1. Dalam penelitian ini ukuran sample untuk konsumen (responden) ditentukan
berdasarkan bentuk pengujian statistik yang akan digunakan untuk menguji
hipotesis. Hipotesis akan diuji dengan menggunakan Analisis Jalur (Path
Analysis). Dengan demikian ukuran sample minimal untuk analisis jalur ini,
dapat ditentukan melalui rumus ukuran sample minimal untuk ukuran korelasi
koefisien yang dilakukan secara iteratif (perhitungan berulang-ulang)
2.Apabila ukuran sample minimal pada iterasi pertama dan iterasi kedua harganya
sampai dengan bilangan yang satuannya sama, maka iterasi berhenti. Apabila
belum sama, lakukan iterasi ketiga dengan menggunakan rumus 4b, demikian
seterusnya sampai ukuran sample yang akan ditentukan sudah sama baru berhenti.
3. Berdasarkan keterangan di atas dalam penelitian ini diambil :
Hasil dan kesimpulan
Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan analisa jalur (path analysis). Pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran (X) terdiri dari produk (X1),harga (X2), promosi (X3), dan tempat (X4) di mana semua variabel tersebut adalah variabel bebas (independent). Sedangkan variabel terikat (dependent) dalam penelitian ini pengambilan keputusan pembelian konsumen (Y), disamping itu terdapat variabel residual yang diberi lambang (ε). Nilai koefisien jalur dari persamaan struktural tersebut, perlu dilakukan pengujian signifikannya, untuk mengetahui kebermaknaan variabel bebas Xi mempengaruhi variabel tidak bebas (Y), melalui dua langkah pengujian koefisien jalur, yaitu langkah pertama pengujian hipotesis secara simultan, sedangkan langkah kedua dilakukan pengujian hipotesi secara parsial. Pengujian secara simultan berfungsi menilai kebermaknaan seluruh koefisien jalur variabel bebas terhadap koefisien jalur variabel tidak bebas, dan pengujian secara parsial, menilai kebermaknaan masing-masing koefisien jalur dari variable bebas terhadap koefisien jalur dari variabel tidak bebas. Secara statistik, dalam pengujian hipotesis secara simultan digunakan uji F (Bahren-Fisher), sedangkan secara parsial dilakukan uji t-student. Hasil analisis pengujian secara simultan menunjukkan bahwa variable bebas mempengaruhi variable tidak bebas, artinya bahwa variable produk jamu (X1), harga jamu (X2), promosi jamu (X3),dan tempat penjualan jamu (X4) berpengaruh terhadap proses keputusan pembelian konsumen. Secara matematis, hasil pengujian tersebut dirumuskan dalam persamaan :
Y=0,452748 X1 + 0,332349 X2 + 0,529537 X3 + 0,50156 X4
Hubungan matematis ini menunjukkan nilai Fhit sebesar 158,8573796, sedangkan nilai F0,05 adalah sebesar 2,407, sehingga Fhit > F0,05, berarti Ho ditolak (signifikan). Besarnya pengaruh variable bebas terhadap variable tidak bebas dapat dilihat melalui nilai koefisien determinasi (R2). Nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh adalah sebesar 0,7428, yang berarti bahwa variasi keputusan pembelian konsumen pada industri jamu dipengaruhi oleh produk jamu (X1), harga(X2), promosi jamu (X3) dan tempat penjualan jamu (X4) sebesar 74,28 persen. Sedangkan sisanya sebesar 25,72 persen ditentukan oleh variable lainnya. Dengan kata lain, sebenarnya keputusan pembelian konsumen pada industri jamu tidak hanya ditentukan oleh variabel-variabel tersebut,tetapi ditentukan juga oleh faktor-faktor lainnya. Secara statistik,hasil analisis dan pengujian hipotesis secara simultan menunjukkan hasil yang signifikan, untuk itu perlu dilakukan pengujian hipotesis secara parsial melalui uji t-student. Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variable bebas (Xi) terhadap variable tidak bebas (Y) disajikan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diatas, maka dapat ditarik beberapa kesimpualan sebagai berikut :
1. Dari pengujian statistik ternyata pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran
produk industri jamu di Banda Aceh secara simultan berpengaruh positif
(58,11%) hal ini dicerminkan dari tanggapan/pertimbangan konsumen atas
masing-masing indikator bauran pemasaran yang meliputi produk, harga,
promosi dan distribusi atau tempat industri jamu di Banda Aceh. Dan jika
dianalisis secara parsial produk berpengaruh positif,harga berpengaruh
positif,promosi berpengaruh positif dan distribusi atau tempat berpengaruh
negatif terhadap keputusan pembelian konsumen. Dan juga yang tidak bisa
diabaikan oleh industri jamu di Banda Aceh yaitu faktor lain yang mempengaruhi
keputusan pembelian konsumen yaitu sebesar (41,89%)
2. Pengaruh bauran pemasaran terhadap proses keputusan pembelian konsumen
yang paling dominan dari unsur bauran yang terdiri dari :
A. Bauran produk yang dilaksanakan oleh industri jamu mempunyai pengaruh
secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada industri jamu di
Banda Aceh (19,98%)
B. Bauran harga yang dilaksanakan oleh industri jamu mempunyai pengaruh
secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada industri jamu di
Banda Aceh (8,53%).
C.Bauran promosi yang dilaksanakan oleh industri jamu mempunyai pengaruh
secara signifikan terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada industri
jamu di Banda Aceh (28,60%)
D. Ditribusi atau tempat yang dilaksanakan oleh industri jamu tidak mempunyai
pengaruh non signifikan terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada
industri jamu di Banda Aceh (1,00%)
Saran untuk lanjutan
Berdasarkan review jurnal diatas dalam pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran, sebagai produsen harus mengetahui karakteristik dari pasar tersebut, serta memberikan suatu keuntungan bagi konsumen dalam memasarkan produk mereka dengan cara melakukan sebuah promosi.
Kelas : 4 EA 03
NPM : 10207813
Tugas Riset Pemasaran (R eview Jurnal)
1. Tema / Topik : Bauran Pemasaran
2. Judul, Pengarang.& Tahun
a) judul : PERAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP PERILAKU
PEMBELIAN KONSUMEN
Nama : Hotniar Siringoringo
Tahun : 2004
b) judul : PENGARUH PELAKSANAAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP
PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA JAMU DI
BANDA ACEH
Nama : Rusydi Abubakar
Tahun : 2005
c) judul : “Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan
Pembelian Album Band Indie Kota Malang”
(Studi Pada Siswa AMP, Siswa SMA, Dan Mahasiswa Di Kota
Malang)
Nama : Faizal Abadi
Tahun : 2007
3. Latar belakang masalah
Era pasar bebas dunia tahun 2020,akan terjadi liberaliasi ekonomi yang berpengaruh terhadap stuktur pasar yang tidak mengenal lagi batas-batas antar negara. Persaingan tidak hanya pada skala kota dan wilayah akan tetapi persaingan kualitas dari pada kuantitas poduk dan pelayanan. Namun selain tantangan dan persaingan terdapat peluang bagi pelaku ekonomi untuk ikut memberikan kegiatan pemasaran yang makin luas. Dalm berbagai usaha bisnis yang berkmbng saat ini, baik yang meghsilkan barang maupun jaa, pern pemasaran sangatlah penting karena merupakan salah satu fakto kunci penentu kebrhasilan bisnis. Dengan katalin : pemasaran merupakan inti seluruh aktivitas bisnis.Ini berkitan dengan fungsi pemasaran,sebagai penghubung antara prusahaan dan konsumen (C.M.Lingga Purnama,2001 :1). Liberalisasi perdagangan merupakan tuntututan adanya globalisasi, yaitu suatu pelaksanaan regim kesepakatn system perdagangan dunia, hilangnya batas-batas negara yang bias menghambta kelancarn arus barang, jasa, modal dan finansial secara internaioanl.Ada dua sisi dari libralisasi perdgnagn, sisi pertama bahwa liberalisasi membrikan peluang (opportunities), melalui penurunan hambtan-hambatan tariff dannon tariff dn meningkatk akses produk-produk domstik ke pasar internaional. Sisi kedua, liberlisi perdagnagn juga menjadi ancaman (threat), karena perdagangan bebas. menuntut pnghapusan subsidi danproteksi sehingga dapat membanjirkannay produk-produk asing di pasar dalam negeri. Program pemasaran yang efektif meramu semua unsur-uns0,38ur marketing mix menjadi suatu program terpadu yang dirancang untuk mencapai sasaran perusahaan. Pengambilan keputusan tentang produk,harga, promosi,dan tempat penjualan hendaknya dapat menciptakan program pemasaran yang kohesif di pasar sasaran. Dengan demikian program pemasaran menggabungkan semua kemampuan pemasaran perusahaan tersebut akan menjadi sekumpulan kegiatan yang menentukan posisi perusahaan terhadap pesaing, dalam rangka bersaing merebut pasar sasaran. Permintaan obat tradisional (jamu) makin meningkat. Omset penjualan jamu meningkat 40 prsen setiap tahun. Pada tahun 2000 nilai penjualan jamu diperkirakan Rp. 800 milliar. Dengan peningkatan sekitar 38 % berarti nilai penjualan menmbus Rp. 1,2 triliun. Adapun hingga akhir tahun 2002, diperkirakan terjadi kenaikan setara, setidaknya menembus angka penjualan Rp. 1,8 triliun. Yang menggembirakan konsumsi terbesar jamu tersebut adalah pasar dalam negeri. Artinya masih banyak konsumen jamu loyal di negeri ini. Hal ini juga dikuatkan temuan survei MARS (Marketing Research Specialist) baru-baru ini., bahwa lebih dari 85,40 % konsumen jamu adalah konsumen loyal. Disebutkan hanya 12,36 % bisa dibujuk untuk pindah. ke merek lain, dan hanya 2,24 % yang berencana atau siap-siap pindah ke merek lain. Persaingan bisnis industri jamu yang semakin ketat, memaksa setiap perusahaan selalu berebut perhatian konsumen melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan, dengan memperhatikan kecenderungan perubahan sosial, menganalisis kiat-kiat pesaing dan mengamati perubahan teknologi,ekonomi,politik dan sosial. Jika ada pelanggan yang menghentikan pembeliannya atau pindah ke produk lain, perlu disikapi sebagai suatu perubahan perilaku konsumen. Perubahan perilaku konsumen semacam ini harus dilihat sebagai kenyataan yang buruk. Berdasarkan uraikan diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul yang berkaitan dengan “ Pengaruh Pelaksanaan Bauran Pemasaran terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen pada Jamu di Banda Aceh”
Adapun perumusan masalah sebagai berikut:
Sejauh mana pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran oleh industri jamu terhadap proses pengambilan keputusan pembelian konsumen produk jamu di Banda Aceh. Dan bauran pemasaran yang mana pengaruhnya paling besar terhadap pengambilan keputusan pembelian konsumen pada industri jamu.
Metedologi
Penelitian ini menganalisa pengaruh bauran pemasaran industri jamu terhadap proses keputusan pembeli konsumen. Objek penelitian untuk variable bebas/independent variable adalah bauran pemasaran dengan sub variable yaitu : produk,harga.promosi dan tempat.
Objek penelitian lainnya sebagai variabel terikat/Dependent Variabel adalah keputusan pembelian konsumen. Yang dijadikan respon adalah pengguna produk jamu. Untuk menganalisa objek penelitian ini dipergunakan pendekatan deskriptif dan variatif, melalui analisis jalur (Path Analysis).
Manajemen penelitian ini merupakan pendekatan Ilmu Ekonomi Terutama dari ilmu uang memfokuskan pada bidang Manajemen Pemasaran secara khusus pada aspek bauran pemasaran dan pengaruhnya terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada industri jamu di Banda Aceh.
Variabel-varibel dalam penelitian pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran terhadap proses keputusan-keputusan pembelian konsumen pada indutri jamu Di Banda Aceh terdiri dari :
1. Variabel bebas/independent variabel (Variabel X) adalah bauran pemasaran. Sub
variable : produk (X1),harga (X2), promosi(X3) dan tempat (X4).
2. Produk terikat/Dependent variabel (variabel Y) adalah proses keputusan
pembelian konsumen.
Unit observasi pada penelitian ini adalah industri jamu Kota Banda Aceh untuk mendapatkan data sekunder,konsumen produk jamu yang ada di Banda Aceh untuk mendapatkan data primer sebagai unit analisis dalam penelitian ini.
1. Dalam penelitian ini ukuran sample untuk konsumen (responden) ditentukan
berdasarkan bentuk pengujian statistik yang akan digunakan untuk menguji
hipotesis. Hipotesis akan diuji dengan menggunakan Analisis Jalur (Path
Analysis). Dengan demikian ukuran sample minimal untuk analisis jalur ini,
dapat ditentukan melalui rumus ukuran sample minimal untuk ukuran korelasi
koefisien yang dilakukan secara iteratif (perhitungan berulang-ulang)
2.Apabila ukuran sample minimal pada iterasi pertama dan iterasi kedua harganya
sampai dengan bilangan yang satuannya sama, maka iterasi berhenti. Apabila
belum sama, lakukan iterasi ketiga dengan menggunakan rumus 4b, demikian
seterusnya sampai ukuran sample yang akan ditentukan sudah sama baru berhenti.
3. Berdasarkan keterangan di atas dalam penelitian ini diambil :
Hasil dan kesimpulan
Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan analisa jalur (path analysis). Pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran (X) terdiri dari produk (X1),harga (X2), promosi (X3), dan tempat (X4) di mana semua variabel tersebut adalah variabel bebas (independent). Sedangkan variabel terikat (dependent) dalam penelitian ini pengambilan keputusan pembelian konsumen (Y), disamping itu terdapat variabel residual yang diberi lambang (ε). Nilai koefisien jalur dari persamaan struktural tersebut, perlu dilakukan pengujian signifikannya, untuk mengetahui kebermaknaan variabel bebas Xi mempengaruhi variabel tidak bebas (Y), melalui dua langkah pengujian koefisien jalur, yaitu langkah pertama pengujian hipotesis secara simultan, sedangkan langkah kedua dilakukan pengujian hipotesi secara parsial. Pengujian secara simultan berfungsi menilai kebermaknaan seluruh koefisien jalur variabel bebas terhadap koefisien jalur variabel tidak bebas, dan pengujian secara parsial, menilai kebermaknaan masing-masing koefisien jalur dari variable bebas terhadap koefisien jalur dari variabel tidak bebas. Secara statistik, dalam pengujian hipotesis secara simultan digunakan uji F (Bahren-Fisher), sedangkan secara parsial dilakukan uji t-student. Hasil analisis pengujian secara simultan menunjukkan bahwa variable bebas mempengaruhi variable tidak bebas, artinya bahwa variable produk jamu (X1), harga jamu (X2), promosi jamu (X3),dan tempat penjualan jamu (X4) berpengaruh terhadap proses keputusan pembelian konsumen. Secara matematis, hasil pengujian tersebut dirumuskan dalam persamaan :
Y=0,452748 X1 + 0,332349 X2 + 0,529537 X3 + 0,50156 X4
Hubungan matematis ini menunjukkan nilai Fhit sebesar 158,8573796, sedangkan nilai F0,05 adalah sebesar 2,407, sehingga Fhit > F0,05, berarti Ho ditolak (signifikan). Besarnya pengaruh variable bebas terhadap variable tidak bebas dapat dilihat melalui nilai koefisien determinasi (R2). Nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh adalah sebesar 0,7428, yang berarti bahwa variasi keputusan pembelian konsumen pada industri jamu dipengaruhi oleh produk jamu (X1), harga(X2), promosi jamu (X3) dan tempat penjualan jamu (X4) sebesar 74,28 persen. Sedangkan sisanya sebesar 25,72 persen ditentukan oleh variable lainnya. Dengan kata lain, sebenarnya keputusan pembelian konsumen pada industri jamu tidak hanya ditentukan oleh variabel-variabel tersebut,tetapi ditentukan juga oleh faktor-faktor lainnya. Secara statistik,hasil analisis dan pengujian hipotesis secara simultan menunjukkan hasil yang signifikan, untuk itu perlu dilakukan pengujian hipotesis secara parsial melalui uji t-student. Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variable bebas (Xi) terhadap variable tidak bebas (Y) disajikan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diatas, maka dapat ditarik beberapa kesimpualan sebagai berikut :
1. Dari pengujian statistik ternyata pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran
produk industri jamu di Banda Aceh secara simultan berpengaruh positif
(58,11%) hal ini dicerminkan dari tanggapan/pertimbangan konsumen atas
masing-masing indikator bauran pemasaran yang meliputi produk, harga,
promosi dan distribusi atau tempat industri jamu di Banda Aceh. Dan jika
dianalisis secara parsial produk berpengaruh positif,harga berpengaruh
positif,promosi berpengaruh positif dan distribusi atau tempat berpengaruh
negatif terhadap keputusan pembelian konsumen. Dan juga yang tidak bisa
diabaikan oleh industri jamu di Banda Aceh yaitu faktor lain yang mempengaruhi
keputusan pembelian konsumen yaitu sebesar (41,89%)
2. Pengaruh bauran pemasaran terhadap proses keputusan pembelian konsumen
yang paling dominan dari unsur bauran yang terdiri dari :
A. Bauran produk yang dilaksanakan oleh industri jamu mempunyai pengaruh
secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada industri jamu di
Banda Aceh (19,98%)
B. Bauran harga yang dilaksanakan oleh industri jamu mempunyai pengaruh
secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada industri jamu di
Banda Aceh (8,53%).
C.Bauran promosi yang dilaksanakan oleh industri jamu mempunyai pengaruh
secara signifikan terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada industri
jamu di Banda Aceh (28,60%)
D. Ditribusi atau tempat yang dilaksanakan oleh industri jamu tidak mempunyai
pengaruh non signifikan terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada
industri jamu di Banda Aceh (1,00%)
Saran untuk lanjutan
Berdasarkan review jurnal diatas dalam pengaruh pelaksanaan bauran pemasaran, sebagai produsen harus mengetahui karakteristik dari pasar tersebut, serta memberikan suatu keuntungan bagi konsumen dalam memasarkan produk mereka dengan cara melakukan sebuah promosi.
Langganan:
Komentar (Atom)