Rabu, 18 November 2009

KENAIKAN HARGA BBM DAPAT MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN

Nama : Nur Fitriani

NPM : 10207813

Kelas : 3 EA 03

Tugas : Prilaku konsumen


KENAIKAN HARGA BBM DAPAT MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN



Sembako naik kata-kata ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sembako ini merupakan bagian dari kebutuhan pokok untuk kehidup manusia. Sedangkan harga merupakan nilai pertukaran atas manfaat yang di berikan produsen kepada konsumen dalam satuan moneter. Menurut pandangan produsen harga itu sebagai nilai barang yang mampu memberikan manfaat keuntungan diatas biaya produksi. Sedangkan pandangan harga menurut konsumen itu adalah sebagian nilai barang yang mampu memberikan manfaat atas pemenuhan kebutuhan dan keinginannya.


Gerakan mahasiswa yang membawa isu menolak kebijakan kenaikan harga BBM sulit untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla. Pernyataan itu terkait aksi mahasiswa yang dilakuan BEM se-Jabotabek dan elemen mahasiswa lainnya di depan istana presiden yang menyatakan menolak kebijakan kenaikan harga BBM oleh pemerintah. Gerakan mahasiswa ini sagat pesimis, bahwa mereka mampu menurunkan pemerintah SBY dan Jusuf Kalla.


Dalam aksi mahasiswa yang berlangsung sejak siang hingga sore hari kemarin terlihat beberapa spanduk dan poster yang meminta beberapa menteri bahkan Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla untuk turun dari jabatannya. Menurut kandidat doktor di Jurusan Politik Universitas Indonesia itu, presiden Yudhoyono sangat sulit dijatuhkan karena ia dipilih langsung oleh sekian juta orang rakyat Indonesia sehingga memiliki legitimasi yang cukup kuat.
Kamarudin juga menambahkan bahwa pemerintah sulit dijatuhkan oleh demonstrasi yang dilakukan hanya oleh elemen mahasiswa, yang dari segi jumlah relative kecil jika dibandingkan dengan jumlah pemilih Presiden jumlah jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah pemilih Yudhoyono pada pemilu presiden 2004.



Namun hal yang agak berbeda disampaikan oleh Rama Pratama, mantan Ketua Senat Mahasiswa UI yang mengatakan bahwa gerakan ektra parlementer, sebagaimana yang dilakukan oleh mahasiswa, mungkin saja bisa menjatuhkan pemerintahan Yudhoyono dan JusufKalla.
Tidak ada yang tidak mungkin bagi gerakan ekstra parlementer seperti gerakan mahasiswa untuk menurunkan pemerintahan SBY-JK. Tapi itu sangat tergantung kemampuan mahasiswa melakukan konsolidasi antar sesama gerakan mereka dan kemampuan mereka melibatkan masyarakat.



Tapi menurut mantan aktifis mahasiswa era 98 itu, kondisi gerakan mahasiwa saat ini masih terlihat berjalan sendiri-sendiri, belum ada sebuah aksi atau gerakan bersama yang dilakukan dengan rasa persatuan dan menyangkut hajat hidup orang banyak."Isu menolak kenaikan harga BBM sebenarnya sangat erat dengan problem yang dihadapi masyarakat. Hal itu berpeluang untuk membesarkan gerakan mahasiswa. Tapi kembali lagi, hal itu tergantung daya konsolidasi mahasiswa itu sendiri," papar Rama.
Mantan mahasiswa FE UI itu juga mengatakan bahwa keberhasilan gerakan mahasiswa juga sangat tergantung pada kemampuan mereka merangkul elemen-elemen yang berada didalam parlemen.



Gerakan mahasiswa juga harus mampu mencari dukungan dari intra parlemen agar aksi mereka bisa memberikan dampak yang signifikan. Tapi untuk mengetahui secara lebih jauh pihak-pihak mana yang akan menyambut aksi mereka itu juga adalah masalah tersendiri. kalaupun ada pihak-pihak dari dalam parlemen yang mendukung aksi mahasiswa itu, jangan selalu diartikan sebagai upaya untuk menjatuhkan pemerintahan Yudhoyono.Sikap kritis anggota DPR jangan selalu diartikan sebagai upaya menjatuhkan pemerintahan SBY-JK, tapi dilihat sebagai upaya koreksi atas sebuah kebijakan.Sedangkan dari pihak mahasiswa, Ketua BEM UI, Gari Primananda mengatakan bahwa sejauh ini aksi-aksi yang dilancarkan mahasiswa terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM memang masih dalam tahap pemanasan. Sampai saat ini belum ada dukungan riil yang cukup signifikan dari masyarakat meskipun kami mengangkat isu yang sangat terkait problem masyarakat. Mungkin mereka belum merasakan dampak atas kebijakan kenaikan harga BBM itu.

Harga-harga kebutuhan bahan pokok di pasar terus merangkak naik menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Padahal, sebelumnya pemerintah menjamin harga bahan kebutuhan pokok bisa dikendalikan. Berdasarkan pantauan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur sejumlah kebutuhan bahan pokok mulai merambat naik seperti gula, beras, ikan, dan minyak goreng. Menurut pengakuan sejumlah pedagang harga sudah mulai naik sejak pekan lalu karena dampak psikologis kenaikan BBM, musim hujan, dan stok berkurang.
Seorang pedagang gula, mengaku harga gula pasir impor naik sejak seminggu ini dari Rp5.300/kg kini menjadi Rp5.500/kg. Kami membeli dari distributor Rp4.900/kg. Walaupun belum ada kenaikan transportasi. Tapi kalau ongkos naik maka bisa naik lebih tinggi.









REFERENSI :


  • SERI DIKTAT KULIAH; DASAR PEMASARAN OLEH TEGUH BUDIARTO. UNIVERSITAS GUNADARMA

  • WWW.JURNALNET.COM























Tidak ada komentar:

Posting Komentar