Minggu, 22 November 2009

HUBUNGAN ANTARA MOTVASI DENGAN PRILAKU

Nama : Nur Fitriani
NPM : 10207813
Kelas : 3 EA 03
Tugas : Prilaku Konsumen



HUBUNGAN ANTARA MOTVASI DENGAN PRILAKU
KONSUMEN DALAM STRATEGI PENGEMBANGAN MERK


Dalam kehidupan pastilah mempunyai sebuah motivasi. Motivasi ini mengandung pengertian yaitu dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang kesuatu tujuan. Motivasi membuat keadaan dalam diri individu muncul, terarah, dan mempertahankan perilaku, terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu. Sedangkan perilaku konsumen itu sendiri adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang, atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka. Dalam pengertian lainnya bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumberdayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.



Pendekatan berdasar motivasi kini makin diperluas oleh penelitian pemasaran yang menyangkut keterlibatan. Bila motivasi menjelaskan dorongan internal yang terkait dengan kebutuhan seseorang, maka keterlibatan lebih didasarkan pada hubungan antara konsumen dengan sebuah kategori produk tertentu. Walau karya pertama tentang keterlibatan bisa ditelusuri sejak dulu, namun penerapannya pada riset komersial baru mulai berkembang sekitar tiga puluh tahun lalu. Konsep keterlibatan awalnya agak kabur, namun kini disepakati definisi berikut: ”Keterlibatan adalah tahapan motivasi, stimulasi dan minat yang tak dapat diamati. Keterlibatan dirangsang oleh sebuah obyek atau situasi tertentu yang mengarahkan perilaku tertentu: bentuk tertentu dalam pencarian informasi, pengolahan dan pengambilan keputusan.”



Sejumlah ahli membedakan antara keterlibatan afektif atau emosional dan keterlibatan kognitif. Keterlibatan emosional mengacu pada keterlibatan seseorang menyangkut ego terdalamnya dan pada kecemasan yang hendak diekspresikan saat melakukan pembelian. Penelitian tentang barang mewah menggunakan konsep ini dan mengungkapkan bahwa konsumen wanita kerap mendambakan teritori pribadi, semacam “secret garden” yang mereka gambarkan sebagai “kemewahan milik mereka sendiri”. Apakah itu parfum, produk kecantikan, sepatu atau selendang, keterlibatan afektif akan mengacu pada kesenangan dan emosi yang terciptakan saat membeli dan mengkonsumsinya. Secara umum, nampaknya keterlibatan cenderung menguat dan lebih permanen dalam aktivitas konsumsi ketimbang pembelian. Kepelikan ini jelas membawa pengaruh pada pilihan metode pengukuran keterlibatan. Beranjak lebih dari sekedar ukuran sederhana “perceived importance”.



Sumber motivasi lain adalah daya tarik terhadap obyek yang disebut ‘pull’ effect. Sesuatu di sini bisa berupa produk, jasa, gagasan, orang atau situasi. Konsumen ingin memiliki barang dan memperoleh layanan tertentu, mencapai tujuan-tujuan tertentu dan menirukan orang dan perilaku tertentu. Daya tarik pada benefit barang, jasa, dan perilaku ini merupakan kekuatan yang mampu memotivasi. Benefit-benefit di atas memang menjanjikan. Orang merasa akan lebih bahagia atau nyaman dengan menikmati produk-jasa ini, dan melakukan perilaku yang diinginkan. Fenomena Operant Conditioning dan Vicarious Learning terjadi karena daya tarik barang serta penguatan (reinforcement) yang diberikan barang-barang itu kepada konsumen melaui benefit-benefit yang ditawarkan. Operant Conditioning memperkuat perilaku berkat adanya penguatan. Jika pelanggan memilih suatu merk, perilaku mereka diperkuat secara positif oleh benefit produk tersebut. Mereka mungkin tidak akan mendapatkan penguatan jika benefit-benefit itu tidak ada. Mereka bisa juga merasakan reinforcement negatif atau merasa ‘terhukum’ bila ternyata memperoleh benefit negatif. Reinforcement positif mendorong konsumen membeli ulang dan menjadi loyal pada merk tertentu.



Vicarious Learning terjadi karena adanya dorongan untuk meniru. Banyak orang suka meniru dan ingin “menjadi seperti” orang terkenal, seperti penyanyi, bintang film dan model. Para remaja suka menjiplak gaya pakaian, gerakan-gerakan dan ciri khas selebritis. Dalam iklan, seorang model sering mendemonstrasikan dan memakai merek tertentu. Wiraniaga yang tampan melakukan demo produk. Dalam iklan teve, bintang iklan melakukan pekerjaan tertentu misalnya mengecat rumah dan memasang pelapis genteng anti bocor. Vicanous Learning atau belajar dengan cara meniru adalah proses yang dilakukan orang secara sadar, tetapi bagi orang-orang yang memang suka membebek hal ini cenderung menjadi perilaku bawah sadar. Motivasi tidak selalu sepenuhnya bersifat internal atau eksternal. Bisa juga motivasi merupakan kombinasi faktor eksternal dan internal, faktor push dan pull. Dorongan keinginan yang bisa memotivasi mungkin bersifat internal (terutama faktor atau proses biologis seperti keseimbangan dan optimisasi keadaan seseorang) atau eksternal (daya tarik barang).


Diasumsikan di sini bahwa need adalah segala sesuatu yang kita butuhkan agar tetap survive dalam hidup sedangkan want lebih merupakan keinginan yang didambakan, terkadang lebih bermakna “kemewahan”. Namun, ini bukanlah cara pandang pemasaran. Dalam pemasaran, “kebutuhan” dipandang sebagai semua motivator yang mendorong adanya respon tindakan. Dengan pengertian demikian, suatu need bisa saja berkaitan dengan kebutuhan seperti makan dan minum, tetapi bisa juga bersifat sosial dan psikologis. Kebutuhan di tingkatan lebih tinggi lebih dekat dengan nilai-nilai. Nilai-nilai adalah keyakinan yang mengendap bahwa perilaku atau tujuan tertentu secara sosial atau perorangan lebih baik ketimbang perilaku atau tujuan lain. Jadi, nilai-nilai lebih bersifat kognitif. Orang mencoba mengaktualisasi nilai-nilainya lewat perilakunya, termasuk dalam hal perilaku konsumen.







REFERENSI :
- WEKPEDIA.ORG/WIKI/MOTIVASI
- LEOLINTANG. COM
- UYUGS.WORDPRESS.COM/ CATEGORY PERILAKU KONSUMEN

Jumat, 20 November 2009

segmentasi manfaat produk

Nama : Nur Fitriani
NPM : 10207813
Kelas : 3 EA 03
Tugas : Prilaku Konsumen



Segmentasai Manfaat Untuk Agar-agar

Segmen manfaat Demografis Perilaku Psikografis
1 . Ekonomi
- harga murah , Keluarga besar , Pemakai berat ,Orienatasi otonom
2 . kosmetik
- jel sebagai
pelindung
rambut , Laki –laki ,Pemakai berat ,Khusus untuk pria
3 . minuman
- untuk
Mempelancar
BAB , Perempuan , Sesuai dengan kebutuhan,Orientasi otonom
4 . Rasa
- rasanya yang
enak , Anak ,Pemakai berat , Khusus anak-anak
5 . warana
- warna yang
menarik , Anak ,Pemakai berat , Khusus anak-anak



Segmentasai Manfaat Untuk Sabun Mandi

Segmen manfaat Demografis Perilaku Psikografis
1 . Ekonomi
- harga murah , Keluarga besar ,Pemakai berat ,Orientasi otonom
2. kosmetik
- menghaluskan
kulit , perempuan ,Pemakai berat ,Khusus perempuan
3. wewangian
- untuk
rileksasi , perempuan ,Sesuai kebutuahan ,Khusus perempuan
4. pembersih
- untuk
membersih
kan tubuh ,Keluarga besar ,Pemakai berat ,Orientasi otonom
5 . kesehatan
- untuk
membasmi
Kuman-kuman
Tubuh ,Keluarga besar ,Pemakai berat ,Orientasi otonom



Segmentasi Manfaat Untuk Minuman Soda

Segmen manfaat Demografis Perilaku Psikografis
1. Ekonomi
- harga murah ,Keluarga besar ,Sesuai kebutuhan ,Orintasi otonom
2. warna
- warna yang
menarik ,Anak ,Sesuai kebuthan ,Khusus anak
3. Rasa
-rasa yang
enak ,Keluarga besar ,Sesuai kebutuhan ,Orientasi otonom
4. kesehatan
- untuk stamina
Tubuh ,Laki-laki ,Sesuai kebutuhan ,Khusus laki-laki
5. berenergi
- untuk
kekuatan
Tubuh ,Laki-laki ,Sesuai kebutuhan ,Kahusus laki-laki




Segmentasi Manfaat untuk Shampoo

Segmen manfaat Demografis Perilaku psikografis
1. Ekonomi
- harga murah ,Keluarga besar ,Pengguana berat ,Orientasi otonom
2. kosmetik
- menguatkan
Rambut ,perempuan ,Pengguna berat ,Khusus perempuan
3. pembersih
- untuk
Membersihkan
Rambut ,Keluaraga besar ,Pengguna berat ,Orientasi otonom
4. wewangian
- untuk
rileksasi ,perempuan ,Pengguna berat ,Khusus perempuan
5. warna
- warna yang
Menarik , Anak ,Pengguna berat ,Khusus anak



Segmentasi Manfaat Untuk Minyak Wangi

Segmen manfaat Demografis Perilaku Psikografis
1.Ekonomi
- harga murah ,Keluarga besar ,Pemakai berat ,Orientasi otonom
2. Kosmetik
- meghilangkan bau
badan ,perempuan ,Pemakai berat ,Khusus perempuan
3. wewangian
- pengharum
mulut ,Orang deawasa ,Sesuai kebutuahan ,Khusus orang dewasa
4. pengharum
- untuk pengharum
Ruangan ,Keluarga besar ,Sesuai kebutuhaan ,Orientasi otonom
5. pengharum
- untuk pengharum
Pakaian ,Keluarga besar ,Sesuai kebutuhan ,Orientasi otonom

Rabu, 18 November 2009

KENAIKAN HARGA BBM DAPAT MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN

Nama : Nur Fitriani

NPM : 10207813

Kelas : 3 EA 03

Tugas : Prilaku konsumen


KENAIKAN HARGA BBM DAPAT MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN



Sembako naik kata-kata ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sembako ini merupakan bagian dari kebutuhan pokok untuk kehidup manusia. Sedangkan harga merupakan nilai pertukaran atas manfaat yang di berikan produsen kepada konsumen dalam satuan moneter. Menurut pandangan produsen harga itu sebagai nilai barang yang mampu memberikan manfaat keuntungan diatas biaya produksi. Sedangkan pandangan harga menurut konsumen itu adalah sebagian nilai barang yang mampu memberikan manfaat atas pemenuhan kebutuhan dan keinginannya.


Gerakan mahasiswa yang membawa isu menolak kebijakan kenaikan harga BBM sulit untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla. Pernyataan itu terkait aksi mahasiswa yang dilakuan BEM se-Jabotabek dan elemen mahasiswa lainnya di depan istana presiden yang menyatakan menolak kebijakan kenaikan harga BBM oleh pemerintah. Gerakan mahasiswa ini sagat pesimis, bahwa mereka mampu menurunkan pemerintah SBY dan Jusuf Kalla.


Dalam aksi mahasiswa yang berlangsung sejak siang hingga sore hari kemarin terlihat beberapa spanduk dan poster yang meminta beberapa menteri bahkan Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla untuk turun dari jabatannya. Menurut kandidat doktor di Jurusan Politik Universitas Indonesia itu, presiden Yudhoyono sangat sulit dijatuhkan karena ia dipilih langsung oleh sekian juta orang rakyat Indonesia sehingga memiliki legitimasi yang cukup kuat.
Kamarudin juga menambahkan bahwa pemerintah sulit dijatuhkan oleh demonstrasi yang dilakukan hanya oleh elemen mahasiswa, yang dari segi jumlah relative kecil jika dibandingkan dengan jumlah pemilih Presiden jumlah jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah pemilih Yudhoyono pada pemilu presiden 2004.



Namun hal yang agak berbeda disampaikan oleh Rama Pratama, mantan Ketua Senat Mahasiswa UI yang mengatakan bahwa gerakan ektra parlementer, sebagaimana yang dilakukan oleh mahasiswa, mungkin saja bisa menjatuhkan pemerintahan Yudhoyono dan JusufKalla.
Tidak ada yang tidak mungkin bagi gerakan ekstra parlementer seperti gerakan mahasiswa untuk menurunkan pemerintahan SBY-JK. Tapi itu sangat tergantung kemampuan mahasiswa melakukan konsolidasi antar sesama gerakan mereka dan kemampuan mereka melibatkan masyarakat.



Tapi menurut mantan aktifis mahasiswa era 98 itu, kondisi gerakan mahasiwa saat ini masih terlihat berjalan sendiri-sendiri, belum ada sebuah aksi atau gerakan bersama yang dilakukan dengan rasa persatuan dan menyangkut hajat hidup orang banyak."Isu menolak kenaikan harga BBM sebenarnya sangat erat dengan problem yang dihadapi masyarakat. Hal itu berpeluang untuk membesarkan gerakan mahasiswa. Tapi kembali lagi, hal itu tergantung daya konsolidasi mahasiswa itu sendiri," papar Rama.
Mantan mahasiswa FE UI itu juga mengatakan bahwa keberhasilan gerakan mahasiswa juga sangat tergantung pada kemampuan mereka merangkul elemen-elemen yang berada didalam parlemen.



Gerakan mahasiswa juga harus mampu mencari dukungan dari intra parlemen agar aksi mereka bisa memberikan dampak yang signifikan. Tapi untuk mengetahui secara lebih jauh pihak-pihak mana yang akan menyambut aksi mereka itu juga adalah masalah tersendiri. kalaupun ada pihak-pihak dari dalam parlemen yang mendukung aksi mahasiswa itu, jangan selalu diartikan sebagai upaya untuk menjatuhkan pemerintahan Yudhoyono.Sikap kritis anggota DPR jangan selalu diartikan sebagai upaya menjatuhkan pemerintahan SBY-JK, tapi dilihat sebagai upaya koreksi atas sebuah kebijakan.Sedangkan dari pihak mahasiswa, Ketua BEM UI, Gari Primananda mengatakan bahwa sejauh ini aksi-aksi yang dilancarkan mahasiswa terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM memang masih dalam tahap pemanasan. Sampai saat ini belum ada dukungan riil yang cukup signifikan dari masyarakat meskipun kami mengangkat isu yang sangat terkait problem masyarakat. Mungkin mereka belum merasakan dampak atas kebijakan kenaikan harga BBM itu.

Harga-harga kebutuhan bahan pokok di pasar terus merangkak naik menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Padahal, sebelumnya pemerintah menjamin harga bahan kebutuhan pokok bisa dikendalikan. Berdasarkan pantauan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur sejumlah kebutuhan bahan pokok mulai merambat naik seperti gula, beras, ikan, dan minyak goreng. Menurut pengakuan sejumlah pedagang harga sudah mulai naik sejak pekan lalu karena dampak psikologis kenaikan BBM, musim hujan, dan stok berkurang.
Seorang pedagang gula, mengaku harga gula pasir impor naik sejak seminggu ini dari Rp5.300/kg kini menjadi Rp5.500/kg. Kami membeli dari distributor Rp4.900/kg. Walaupun belum ada kenaikan transportasi. Tapi kalau ongkos naik maka bisa naik lebih tinggi.









REFERENSI :


  • SERI DIKTAT KULIAH; DASAR PEMASARAN OLEH TEGUH BUDIARTO. UNIVERSITAS GUNADARMA

  • WWW.JURNALNET.COM























PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK SABUN MANDI LIFEBUOY

Nama : Nur Fitriani

NPM : 10207813

Kelas : 3 EA 03

Tugas : Prilaku konsumen



PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK SABUN MANDI LIFEBUOY



Bagi produsen, merk merupakan identitas, promosional, membina citra dan juga dapat mengendalikan pasar. Begitu juga bagi para konsumen, merk diperlukan sebagai dasar penentuan pilihan, jaminan kualitas, dan kepuasan yang di berikan Produsen kepada konsumennya. Sedangkan bagi para pedagang, merk diperlukan untuk pengendalian persediaan, prestis, dan kompetitif. Dari penjelasan di atas kepentingan merk bagi produsen, konsumen, dan pedagang itu ternyata berbeda-beda. Dengan adanya merk bagi produsen dapat membedakan dengan produk pesaing lainnya, serta meningkatkan keuntungan dan tetap menjadi kepercayaan konsumennya.



Produsen mengetahui bahwa setiap konsumen memiliki banyak kebutuhan yang harus terpenuhi seperti sandang, pangan dan papan. Sama halnya akan kebersihan tubuh, tubuh ini perlu di bersihkan dengan menggunakan sabun. Produsen mengetahui bahwa konsumen menggunakan sabun mandi itu setiap harinya. Dimana produk yang sudah kita kenal yaitu adalah produk yang berasal dari Unilever. Salah satu produk yang dihasilkan oleh Unilever adalah sabun Lifebuoy. Konsumen memilih sabun ini karena memiliki daya tarik yaitu : Sabun Lifebuoy ini terdapat symbol plus yang dilingkari, sabun lifebuoy ini membeli merek , kemasan sabunnya menarik, sabun ini cocok untuk semua umur.



Pasti banyak konsumen yang bertanya- tanya, mengapa pada sabun Lifebuoy terdapat tanda symbol plus yang dilingkari, mengapa demikian? Karena lambang ini merupakan lambang perlindungan bagi anggota keluarga, agar tubuh terhindar dari kuman dan bakteri pada saat kita melakukan aktivitas di luar rumah. Produsen Unilever membuat produk Lifebuoy ini karena banyaknya konsumen khususnya masyarakat Indonesia kurang peduli akan kesehatan dirinya dan lingkungannya. Padahal kita mengetahui bahwa kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Kita tau makna tulisan itu, tapi kita sulit untuk menjalankannya. Untuk itu Lifebuoy menjalin kemitraan dengan KPAI, PKK, Spektra dan para radio karena memiliki memiliki visi dan keinginan yang sama yaitu mewujudkan dan menjaga anak Indonesia yang sehat jiwa dan raga karena untuk mewujudkan Indonesia yang sehat dan kuat di masa depan, diperlukan generasi anak yang sehat. Kesehatan anak dan keluarga akan lebih mudah dicapai jika budaya PHBS diwujudkan dalam bentuk tindakan di kehidupan sehari-hari dengan mendapatkan dukungan nyata dari pihak-pihak pemangku kepentingan yaitu pemerintah, swasta, dan instansi kesehatan. Petisi ini sebagai bentuk langkah kecil dan sederhana dari Lifebuoy dan para mitra yang diyakini akan membawa perubahan yang luar biasa bagi bangsa Indonesia.



Dalam kondisi persaingan pasar produk sabun mandi , pasar sabun lifebuoy dari dulu adalah yang terbesar. Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya pesaing dari jenis sabun kesehatan yang lain tapi sabun lifebuoy tetap menjadi pemimpin pasar . Lifebuoy bermain dipasar sabun kesehatan yang berada “diatas” Nuvo, Actve dan Medicare dan “dibawah” Antizeptic, Dettol dan Asepso yang kesemuanya merupakan sabun kesehatan sehingga Lifebuoy mempunyai peluang yang tinggi diantara produk-produk sejenis, belum lagi Lifebuoy mempunyai persepsi sebagai sabun kesehatan yang peduli terhadap lingkungan (kesehatan masyarakat).



Karena bermain di pasar sabun kesehatan, sehingga hanya sedikit dari total konsumsi sabun di pasar yang memilih Lifebuoy. Belum lagi dengan banyaknya jenis sabun yang beredar di pasar yang selalu merupakan ancaman bagi Lifebuoy. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran sabun-sabun berbentuk cair dan sabun kecantikan merupakan suatu hal yang dapat mengurangi target penjualan prduk Lifebuoy.





REFERENSI:

- SERI DIKTAT KULIAH DASAR PEMASARAN OLEH TEGUH BUDIARTO

- WWW.UNILEVER.CO.ID

- BASIC- ADVERTISING. BLOGSPOT.COM BRIEF KLIEN